
iForte merajut kebhinnekaan Indonesia melalui Pagelaran Sabang-Merauke

Yogyakarta (ANTARA) - iForte merajut kebhinnekaan di Indonesia melalui Pagelaran Sabang-Merauke, sebuah karya seni yang memadukan musik, lagu daerah, tari tradisional dan busana adat dari berbagai daerah di Tanah Air.
"Pertunjukan ini merupakan wujud nyata dari rasa cinta Tanah Air dan kebanggaan terhadap warisan budaya leluhur," kata CEO dan President Director PT iForte Solusi Infotek Aming Santoso di sela "Road to Premiere with Live Performance-Pemutaran Video Pagelaran Sabang-Merauke" di Balai Utari Gedung Mandala Bakti Wanita Tama Yogyakarta, Senin (16/5).
Menurut dia, Indonesia adalah negara yang kaya akan seni, lagu daerah, alat musik tradisional, dan tari- tarian. Keberagaman ini merupakan ciri khas bangsa yang patut dilestarikan agar dapat menjadi pengikat bagi seluruh elemen bangsa untuk tetap memegang teguh jiwa nasionalisme.
Sejatinya, Pagelaran Sabang-Merauke telah sukses dipentaskan secara "live performance" atau tatap muka di pelataran Candi Prambanan pada akhir Maret 2022. Pagelaran yang membawakan 21 lagu daerah dan satu lagu nasional ini melibatkan lima penyanyi nasional, 46 musisi tradisional dan modern serta 135 penari yang telah berpengalaman baik di Tanah Air maupun kancah internasional.
Nama-nama besar di panggung seni pertunjukan turut ambil bagian dalam pementasan ini. Untuk urusan visual, Sandhidea Cahyo Narpati, Pulung Jati, Dian Bokir dan Rizky Dafin berkolaborasi di lini koreografi. Sementara di bagian suara, Kikan Namara eks vokalis Cokelat didapuk sebagai music director yang juga menjadi lead vocal bersama Mirabeth Sonia (Finalis Indonesian Idol X), Christine Tambunan, Taufan Purbo, dan Alsant Nababan.
Nuansa etnik kedaerahan juga terasa kental di pagelaran ini berkat Kidung & team di bagian penata musik tradisional serta dukungan dari Ava & Team Orchestra. Harmonisasi para pengisi acara ini disimpul dengan manis oleh sutradara Rusmedi Agus.
Untuk lebih menyebarkan semangat merajut kebhinnekaan, maka iForte mengadakan "Premiere with Live Performance-Pemutaran Video Pagelaran Sabang-Merauke" yang akan diselenggarakan di Ballroom Djakarta Teater, Jakarta pada 3-5 Juni 2022.
"Melalui 'premiere with live performance' tersebut, kami ingin menyebarkan semangat dan cinta budaya Tanah Air, terutama generasi muda sebagai harapan penerus bangsa lebih mencintai dan bangga akan kekayaan budaya Indonesia," kata Vice President Marketing & Sales PT iForte Solusi Infotek Silvi Liswanda.
Silvi melanjutkan, dalam premiere nanti, masyarakat tidak hanya menyaksikan pemutaran video Pagelaran Sabang-Merauke semata, namun juga dapat menyaksikan aksi live performance yang dibawakan oleh para penari dan pengisi acara yang sebelumnya tampil di Pagelaran Sabang-Merauke versi luring di Candi Prambanan.
Tak hanya itu, pengunjung juga akan diajak semakin menyelami keindahan khazanah budaya Indonesia melalui aksi cultural fair di luar ruang pertunjukan.
Kikan Namara, yang ambil bagian dalam kegiatan ini mengatakan Pagelaran Sabang-Merauke membuatnya melakukan eksplorasi lebih dalam tentang kekayaan budaya Indonesia khususnya di bidang musik dan tari. Wanita yang bernama asli Namara Surtikanti ini berharap agar keberagaman budaya Tanah Air dapat menjadi alat pemersatu bangsa yang patut dibanggakan.
"Pagelaran Sabang-Merauke membuat saya tertantang, bukan hanya sebagai musisi tapi juga sebagai warga negara Indonesia. Kenapa, karena dalam pertunjukan ini saya dituntut untuk melakukan eksplorasi musik dan budaya daerah yang belum pernah saya ketahui," katanya.
"Pada akhirnya, setelah mengenal budaya-budaya daerah tersebut, saya jatuh cinta dan bangga terhadap warisan leluhur. Ini yang membuat saya sebagai musisi terpacu dan tertantang memberikan yang terbaik saat tampil di atas panggung," ujar Kikan.
Tantangan yang tak kalah seru juga dialami oleh Sandhidea Cahyo Narpati. Dipercaya mengurusi bagian koreografi, pria pemilik tarian bertajuk "Liwan Gajayana" ini memutar otak meracik beragam jenis tarian tradisional Indonesia agar tersajikan dengan baik di atas panggung.
"Karena ada 21 lagu daerah dan satu lagu nasional, alhasil saya harus membuat koreografi yang berbeda namun tetap merepresentasikan setiap daerah. Ini yang membuat Pagelaran Sabang-Merauke menjadi menarik, karena dalam durasi sekitar satu jam penonton dapat menikmati berbagai kekayaan kesenian tradisional yang ada di bumi pertiwi," katanya.
Pewarta : SP
Editor:
Bambang Purwanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
