
PT KAI: Kolaborasi kunci tingkatkan keselamatan di perlintasan kereta

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengungkapkan kolaborasi semua pihak menjadi kunci untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta.
"Menurut saya kolaborasi, karena dari kolaborasi itulah kita akan menemukan seluruh solusi. Jadi apa yang dipermasalahkan hari ini terkait dengan keselamatan di perlintasan, justru itu kata kuncinya kolaborasi," ujar Direktur Keselamatan dan Keamanan PT KAI Dadan Rudiansyah dalam Focus Group Discussions (FGD) "Tata Kelola Perlintasan Kereta Api: Tantangan, Solusi, dan Komitmen Bersama" di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Rabu.
Menurut Dadan, sebetulnya soal keselamatan memang yang harus bertanggung jawab adalah semua pihak..
"Sebetulnya bahwa keselamatan itulah yang memang yang harus bertanggung jawab kita bersama. Jadi kata kolaborasi ini sangat penting bagi kami. Seluruh pemangku kepentingan ini harus berkolaborasi untuk menciptakan keselamatan," katanya.
Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan di perlintasan kereta juga mengakibatkan adanya kerugian material berupa kerusakan sarana, baik dari pihak KAI maupun masyarakat.
Fasilitas-fasilitas pendukung perkeretaapian milik Negara seperti rel, persinyalan juga mengalami kerusakan jika terjadi insiden temperan, ujar Dadan.
Kemudian, lanjutnya, kecelakaan di perlintasan kereta juga dapat berdampak terjadinya gangguan perjalanan kereta api yang menyebabkan keterlambatan kereta, penumpukan penumpang hingga pengalihan ke moda transportasi lain.
Sebagai informasi, perlintasan sebidang kereta api merupakan salah satu titik rawan keselamatan transportasi di Indonesia.
Keberadaan perlintasan yang dibuka tanpa izin dan tanpa standar keselamatan menjadi faktor signifikan dalam tingginya potensi kecelakaan, korban jiwa, serta gangguan operasional kereta api dan lalu lintas jalan.
Dalam kesempatan sama, Kepala Seksi Perkeretaapian Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Rendra Wahyudi mengatakan pemerintah provinsi sudah mendukung dengan peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur dan untuk anggarannya juga sudah disiapkan dari Provinsi Jawa Timur.
"Jadi dengan anggaran ini kita melakukan kolaborasi dengan kabupaten/kota," kata Rendra.
Sebenarnya untuk provinsi Jawa Timur karena kewenangannya berkaitan dengan status jalan, yakni jalan provinsi, maka Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempunyai 22 titik perlintasan sebidang, ujar dia.
"Dari 22 titik perlintasan sebidang itu 20 di antaranya sudah dijaga oleh PT KAI dan sisanya yakni dua titik perlintasan sebidang sudah kita bangun untuk pos dan palang pintunya serta untuk sumber daya manusianya juga kita sudah persiapkan di dua titik tersebut," kata Rendra.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PT KAI: Kolaborasi kunci tingkatkan keselamatan di perlintasan kereta
Pewarta : Suharsana Aji Sasra J C
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
