Logo Header Antaranews Jogja

Perkuat peran simpul antarmoda, volume penumpang kereta api di Stasiun Yogyakarta tumbuh pesat pada Triwulan I 2026

Senin, 13 April 2026 22:31 WIB
Image Print
Kereta api alternatif moda transportasi berhenti di Stasiun Yogyakarta wilayah Daop 6 Yogyakarta. (ANTARA/HO-Humas Daop 6 Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Sepanjang periode Januari hingga Maret 2026, arus penumpang di Stasiun Yogyakarta menunjukkan tren kenaikan yang signifikan, menegaskan posisi strategis Stasiun Yogyakarta sebagai simpul integrasi antar moda dalam menghubungkan berbagai layanan kereta api, mulai dari kereta api jarak jauh, kereta api perkotaan hingga akses ke bandara.

Masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta punya alternatif moda transportasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan bahwa Stasiun Yogyakarta tidak hanya sebagai pintu gerbang masuk menuju Kota Yogyakarta tapi juga simbol kemajuan peradaban. Perannya kian penting karena menjadi simpul transportasi yang melayani Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), KRL Commuter Line Yogyakarta-Palur, Commuter Line Prambanan Ekspres (Prameks), dan KA Bandara YIA.

"Pertumbuhan volume penumpang di tiap moda transportasi di Stasiun Yogyakarta ini menjadi sinyal positif bahwa masyarakat semakin mengandalkan kereta api untuk mobilitas harian maupun untuk berwisata. Konektivitas di Stasiun Yogyakarta menjawab kebutuhan masyarakat akan integrasi antarmoda dari titik utama Kota menuju ke berbagai wilayah strategis,” ungkap Feni.

Performa Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dan Commuter Line

Sepanjang Triwulan I 2026, total volume penumpang KA Jarak Jauh (KAJJ) di Stasiun Yogyakarta mencapai 1.485.260 orang, yang terdiri dari 754.227 penumpang yang berangkat dan 731.033 penumpang yang datang. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang melayani total sebanyak 1.255.790 penumpang, maka terdapat kenaikan signifikan sebesar 18,27%.

Sejalan dengan pertumbuhan KA Jarak Jauh di Stasiun Yogyakarta, Performa Commuter Line Yogyakarta-Palur juga mencatatkan pertumbuhan paling tajam. Selama periode triwulan 1 tahun ini, total pelanggan mencapai 2.503.122 orang, naik sebesar 34,23% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025 yakni sebanyak 1.864.803 pelanggan. Sementara itu, Commuter Line Prameks relasi Yogyakarta-Kutoarjo pada triwulan 1 tahun ini membukukan sebanyak 265.333 penumpang, atau naik 11,36% dari tahun sebelumnya yang melayani sebanyak 238.280 pelanggan.

*Aksesibilitas Bandara YIA*

Konektivitas menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) juga menunjukkan tren positif yang signifikan. Selama tiga bulan pertama tahun 2026, layanan KA Bandara YIA mencatatkan volume penumpang sebanyak 697.267 pelanggan yang meningkat 12,11% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang melayani sebanyak 621.936 penumpang. Pertumbuhan ini membuktikan bahwa integrasi kereta api sebagai akses utama menuju bandara semakin dirasakn manfaatnya dan menjadi andalan mobilitas masyarakat.

"Optimalisasi ekosistem transportasi di Stasiun Yogyakarta menjadi komitmen KAI Daop 6 untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang terintegrasi. Dengan alur konektivitas yang solid, Stasiun Yogyakarta mampu mengakomodasi serta mempermudah akses penumpang menuju berbagai destinasi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya," tutup Feni.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026