
KAI tutup sementara jalur hulu Prupuk-Linggapura

Purwokerto (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto menutup sementara jalur hulu di Jembatan Rel Ganda Bangunan Hikmat (BH) Nomor 1109 antara Prupuk-Linggapura, Jumat, sebagai langkah pengamanan menyusul adanya kerusakan pada struktur jembatan.
Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto M. As’ad Habibuddin di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat sore, mengatakan kerusakan tersebut terjadi pada bagian hidraulika jembatan, meliputi area drempel atau ambang dasar, pilar, dan talut akibat tingginya debit air sungai saat hujan berintensitas tinggi.
“Saat ini kami memberlakukan Semboyan 3 pada jalur hulu, yang berarti jalur di depan tidak aman atau terdapat potensi bahaya sehingga kereta api wajib berhenti sebelum melintasi lokasi,” katanya.
Ia mengatakan perjalanan kereta api untuk sementara dilakukan secara bergantian melalui jalur hilir yang masih dapat dilintasi tanpa pembatasan kecepatan.
Menurut dia, perjalanan hanya dapat dilanjutkan setelah dipastikan aman dengan kewaspadaan tinggi sesuai arahan petugas di lapangan.
Sebagai upaya penanganan, kata dia, KAI Daop 5 Purwokerto tengah melakukan pekerjaan proteksi menggunakan steel sheet pile atau turap baja yang dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi di lapangan, terutama saat debit air surut.
Selain itu, lanjut dia, KAI juga melakukan pemantauan intensif serta menyiagakan petugas di lokasi guna memastikan proses penanganan berjalan optimal.
Ia menegaskan pemberlakuan Semboyan 3 bersifat sementara dan akan dicabut setelah kondisi dinyatakan aman, termasuk setelah cuaca membaik dan debit air kembali normal.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, termasuk potensi keterlambatan perjalanan. Namun demikian, keselamatan perjalanan kereta api dan pelanggan tetap menjadi prioritas utama,” kata As’ad.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KAI tutup sementara jalur hulu Prupuk-Linggapura
Pewarta : Sumarwoto
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
