
Kemendikdasmen memperkuat partisipasi semesta penuhi ketersediaan guru

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat partisipasi semesta guna memenuhi ketersediaan guru yang kompeten sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru sebagai kunci pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani dalam Rapat Koordinasi Implementasi Program Prioritas Kemendikdasmen menyampaikan arah kebijakan pendidikan nasional saat ini mengusung visi pemerataan akses dan peningkatan kualitas melalui visi Pendidikan Bermutu untuk Semua.
“Pendidikan yang bermutu untuk semua sebenarnya memberikan akses pendidikan tanpa membedakan. Setiap anak berhak mendapatkan layanan pendidikan yang layak dan kesempatan mengembangkan potensi,” kata Nunuk dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Selasa.
Selanjutnya, untuk mewujudkan visi tersebut, ia mengatakan Pemerintah menjalankan berbagai program prioritas pada tahun 2026 yang salah satunya difokuskan pada penguatan profesionalisme guru.
“GTK melakukan berbagai program prioritas seperti penguatan profesionalisme guru, yang tujuannya adalah kesejahteraan melalui penuntasan sertifikasi dan peningkatan kualifikasi akademik,” katanya.
Nunuk menambahkan transformasi pendidikan nasional terus diperkuat melalui berbagai cara.
Pemerintah melalui Kemendikdasmen menaruh perhatian pada keberadaan guru non-ASN yang berperan penting dalam mendukung proses pembelajaran.
“Guru-guru honorer yang saat ini masih ada, kami masih sangat membutuhkan. Kami menghimbau untuk tidak dirumahkan karena mereka tetap menjalankan fungsi penting dalam pembelajaran,” tegasnya.
Dalam lingkup nasional, ia mengakui tantangan pemenuhan kebutuhan guru masih menjadi isu strategis.
Setiap tahun, lanjutnya, sekitar 70 hingga 80 ribu guru memasuki masa pensiun, sementara kekurangan guru terus terakumulasi.
“Setiap tahun guru-guru kita pensiun 70 ribu hingga 80 ribu. Kekurangan ini terus terakumulasi, sehingga pemenuhan kebutuhan guru menjadi prioritas yang harus segera dituntaskan,” kata Nunuk.
Tidak hanya upaya pemenuhan jumlah pendidik, pihaknya juga terus berupaya meningkatkan kualitas guru melalui percepatan sertifikasi dan peningkatan kualifikasi akademik guru.
Saat ini, ia mengatakan capaian sertifikasi secara nasional telah melampaui 92 persen.
“Secara nasional kita sudah mencapai di atas 92 persen guru tersertifikasi. Sisanya adalah yang belum memenuhi kualifikasi S1, dan ini kita dorong melalui program beasiswa kualifikasi D4/S1,” ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikdasmen perkuat partisipasi semesta penuhi ketersediaan guru
Pewarta : Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
