Logo Header Antaranews Jogja

Bank Jateng beri bantuan CSR di Bumijawa

Sabtu, 14 Februari 2026 10:46 WIB
Image Print
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman didampingi Wakil Pemimpin Bank Jateng Cabang Slawi Heri Riyanto menyalurkan bantuan dana CSR kepada warga terdampak bencana tanah bergerak di Dukuh Kali Kloneng, Desa Dukuhbenda, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, pada Rabu (4/2/2026). (ANTARA/HO-Bank jateng)

Yogyakarta (ANTARA) - Bank Jateng menyalurkan bantuan dana corporate social responsibility (CSR) kepada warga terdampak bencana tanah bergerak di Dukuh Kali Kloneng, Desa Dukuhbenda, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.

Penyerahan bantuan sebesar Rp20 juta tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman didampingi Wakil Pemimpin Bank Jateng Cabang Slawi Heri Riyanto, pada Rabu (4/2).

Langkah itu diambil sebagai bentuk dukungan moral dan material bagi sekitar 50 orang yang mengalami kerusakan tempat tinggal.

Wakil Pemimpin Bank Jateng Cabang Slawi Heri Riyanto menjelaskan aksi sosial itu adalah bagian dari tanggung jawab Bank Jateng untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi musibah.

"Bantuan ini kami salurkan sebagai bentuk kepedulian Bank Jateng agar dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak. Kami berharap sinergi ini dapat memberikan dukungan berkelanjutan bagi proses pemulihan," ujar Heri.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman memberikan apresiasi tinggi terhadap peran aktif Bank Jateng dan menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk hadir dan memberikan perlindungan kepada masyarakat yang tertimpa musibah.

"Di lapangan kami melihat langsung ada rumah yang lantainya retak, dinding pecah, bahkan sebagian lantai terkikis akibat pergerakan tanah. Kondisi ini tentu membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan," jelas Bupati Ischak saat meninjau lokasi.

Ia juga menambahkan selain bantuan stimulan dari Bank Jateng, pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah strategis lainnya.

"Kami sedang mengkaji bersama instansi terkait. Jika masih memungkinkan dan aman, akan kami perbaiki melalui program RTLH. Namun jika risiko tinggi, relokasi menjadi pilihan demi keselamatan warga," tambahnya.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026