
HPN 2026 momentum perkuat ekosistem pers daerah

Kupang, NTT (ANTARA) - Akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Ferdinandus Jehalut menyebut Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum penting memperkuat ekosistem pers daerah yang sehat, independen, dan berperan aktif dalam demokrasi serta pembangunan.
“HPN harus dimaknai sebagai refleksi tentang kesehatan ekosistem pers. Tema HPN 2026, Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, dan Bangsa Kuat menegaskan bahwa kualitas demokrasi serta pertumbuhan atau orientasi kedaulatan ekonomi sangat bergantung pada kondisi pers,” kata Dosen Komunikasi Politik Undana itu di Kupang, Senin.
Ia menjelaskan dalam konteks NTT, ekosistem pers yang sehat bisa berkontribusi mendukung pendidikan dan peningkatan kapasitas ekonomi, serta membantu provinsi itu keluar dari jeratan kemiskinan, karena pers mampu mengontrol kebijakan publik pemerintah.
Di sisi lain, tantangan yang dihadapi insan pers di NTT dinilai lebih nyata. Menurut dia, keterbatasan infrastruktur media, ketergantungan pada iklan pemerintah, serta relasi kuasa lokal yang dekat menjadi tantangan serius.
Baca juga: HPN 2026, Seskab.tegaskan Pers berintegritas pilar penting demokrasi
“Jika ekosistem pers lokal sehat dan independen, tentu pembangunan ekonomi bisa diawasi, transparansi meningkat, dan kontribusi daerah terhadap kekuatan bangsa akan lebih nyata,” kata Direktur Ranaka Institute itu.
Ia mengatakan terkait peran pers sebagai pilar demokrasi, baik di tingkat nasional maupun lokal, tantangan utama saat ini adalah kebebasan pers.
“Kita mesti mencermati gejala kemunduran kebebasan pers. Ada intimidasi terhadap jurnalis, termasuk serangan siber, kriminalisasi, hingga kooptasi melalui iklan atau kerja sama politik. Jika pers tidak independen, ekonomi daerah berisiko dikuasai oleh segelintir elite,” katanya.
Ferdinandus menegaskan pers harus benar-benar menjadi the voice of the voiceless, suara bagi mereka yang tidak mampu bersuara. Pers juga harus memiliki preferential option for the poor, keberpihakan pada orang-orang miskin dan tertindas, serta preferential option for the truth, keberpihakan pada kebenaran.
Dalam konteks NTT, pers sebagai pilar keempat demokrasi mesti berperan aktif mengawasi anggaran publik, proyek pembangunan, serta memberi ruang suara bagi kelompok rentan.
Baca juga: Dirut Antara: Jurnalis muda perlu perspektif global
Menurut dia, ada tiga hal penting dalam pengembangan ekosistem pers NTT. Pertama, peningkatan kapasitas jurnalis, terutama dalam jurnalisme investigasi, jurnalisme data, dan peliputan isu ekonomi daerah. Kedua, perlindungan terhadap jurnalis serta penguatan etika profesi.
Ketiga, kemandirian ekonomi media agar tidak bergantung pada kekuasaan politik atau anggaran pemerintah, mengingat adanya ketegangan antara bisnis media dan idealisme jurnalistik.
“Jika jurnalis profesional, media mandiri, dan kebebasan pers terlindungi, kita yakin pers akan benar-benar sehat. Dari situ, ekonomi bisa lebih transparan dan berdaulat, dan pada akhirnya bangsa akan menjadi lebih kuat,” ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Akademisi: HPN 2026 momentum perkuat ekosistem pers daerah
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
