Logo Header Antaranews Jogja

Rupiah sentuh Rp17 ribu, dipicu eskalasi perang AS-Israel dengan Iran

Senin, 30 Maret 2026 16:29 WIB
Image Print
Ilustrasi - Uang pecahan seratus ribu rupiah di atas uang dolar AS, Cash Center Bank Mandiri, Jakarta. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ed/pd/aa.)

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Senin melemah 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp17.002 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp16.980 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan ini dipicu eskalasi perang Iran pasca kelompok Houthi membuka front baru dalam perang.

“Pasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi perang Iran setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman menyerang Israel pada akhir pekan lalu. Kelompok Houthi dapat membuka front baru dalam perang, mengingat mereka memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di Laut Merah,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Mengutip Sputnik, Gerakan Ansar Allah Yaman, atau Houthi, menyerang Israel dengan rudal untuk kedua kalinya dalam sehari dan akan melanjutkan serangan sampai Israel menghentikan serangannya terhadap Iran dan Lebanon.

Sebagaimana dilaporkan Anadolu, Pemimpin Houthi Yaman Abdul-Malik al-Houthi telah mengatakan bahwa kelompoknya akan mendukung Iran melawan "agresi AS-Israel," dan siap menghadapi perkembangan apapun dalam konfrontasi yang sedang berlangsung.

Serangan ilegal AS dan Zionis Israel terhadap Iran dianggap oleh Houthi sebagai "perang terhadap Islam dan Muslim" dan memperingatkan bahwa konflik tersebut menargetkan seluruh wilayah.

Sentimen lainnya berasal dari kesiapan Iran menghadapi invasi darah oleh AS pasca Washington mengerahkan ribuan pasukan ke Timur Tengah.

“Presiden Donald Trump mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran berjalan dengan baik dan kesepakatan mungkin akan segera tercapai. Namun, ia tidak menyebutkan tenggat waktu yang jelas, sambil juga memperingatkan akan adanya serangan lebih lanjut terhadap Tehran,” ujar dia.

Melihat data ekonomi AS, Universitas Michigan mengungkapkan bahwa rumah tangga Amerika mulai pesimis tentang kondisi ekonomi.

“Sentimen Konsumen pada bulan Maret turun dari 55,5 menjadi 53,3, di bawah perkiraan 54. Ekspektasi inflasi untuk 12 bulan ke depan melonjak dari 3,4 persen pada bulan Februari menjadi 3,8 persen, sementara untuk lima tahun tetap tidak berubah di 3,2 persen,” ungkap Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate(JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.993 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.957 per dolar AS.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah sentuh Rp17 ribu, dipicu eskalasi perang AS-Israel dengan Iran



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026