Logo Header Antaranews Jogja

Kemendikdasmen kembali menekankan budaya amandi lingkungan sekolah

Senin, 30 Maret 2026 21:53 WIB
Image Print
Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen Suharti menegaskan pentingnya penguatan karakter dan budaya aman di lingkungan sekolah di SD Kramat Pela 07, Jakarta Selatan pada Senin (30/3/2026). ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menekankan pentingnya penguatan karakter dan budaya aman di lingkungan sekolah pada hari pertama pembelajaran setelah libur panjang Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri 1447 H/2026.

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen, Suharti menyampaikan penegasan tersebut saat bertindak sebagai pembina upacara bendera di SD Kramat Pela 07, Jakarta Selatan, Senin.

Momentum hari pertama masuk sekolah kali ini menjadi peluang bagi Kemendikdasmen untuk menggalakkan kembali semangat para peserta didik di seluruh Indonesia untuk terus membudayakan rukun sesama teman, menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), serta mengimplementasikan Gerakan Indonesia ASRI, dan kebijakan PP Tunas secara konsisten.

Dalam amanatnya, Suharti mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama mewujudkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, lingkungan sekolah yang aman dan nyaman sebagaimana terkandung dalam filosofi ASRI menjadi fondasi utama bagi tumbuh kembang peserta didik.

“Budaya sekolah harus dibangun dengan semangat saling menghargai, saling melindungi, dan menjunjung tinggi toleransi. Tidak boleh ada lagi perundungan maupun kekerasan di lingkungan sekolah,” ujar Suharti.

Ia menekankan pentingnya membiasakan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi, olahraga rutin, serta menjaga lingkungan bebas asap rokok.

Pihaknya juga mendorong peserta didik untuk menjaga kebersihan dengan membuang dan memilah sampah, serta aktif dalam kegiatan piket dan kerja bakti.

Lebih lanjut, Suharti mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang indah, rapi, dan tertata, serta menjaga fasilitas sekolah agar tetap asri dan lestari.

Ia menegaskan lima sikap utama yang harus dimiliki pelajar Indonesia, yakni beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati orang tua dan guru, giat belajar, rukun dengan teman, serta mencintai Tanah Air.

“Perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Suharti menyampaikan bahwa sejak 28 Maret 2026, pemerintah mulai menerapkan kebijakan pembatasan usia akses platform digital berisiko tinggi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).

Ia mengimbau peserta didik untuk menggunakan gawai secara bijak dengan prinsip 3S, yaitu membatasi waktu penggunaan (screen time), menggunakan di tempat yang tepat (screen zone), serta memberi jeda istirahat (screen break).



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikdasmen kembali tekankan budaya aman di lingkungan sekolah



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026