Logo Header Antaranews Jogja

Polisi: Wanita yang coba akhiri hidup masih dirawat di sekitar Istana

Rabu, 25 Maret 2026 08:45 WIB
Image Print
Tangkapan layar- Petugas saat mencoba mengamankan seorang wanita yang diduga akan mengakhiri hidup di sekitar Istana Jakarta Pusat. ANTARA/Khaerul Izan

Jakarta (ANTARA) - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan, wanita yang mencoba mengakhiri hidupnya di sekitar Istana Presiden masih dirawat di rumah sakit.

"Saat itu (waktu kejadian pada Minggu 22 Maret) juga sudah ditangani langsung dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sampai saat ini," kata Reynold di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, pada saat kejadian petugas yang berada di lokasi langsung mencoba menenangkan korban agar tidak mengambil keputusan yang gegabah.

Selain itu, lanjut Reynold petugas juga berupaya memberikan rasa aman kepada korban sehingga bisa dapat dicegah dan korban dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk diperiksa kesehatannya.

Baca juga: Mendikdasmen merancang budaya sekolah aman menjaga kesehatan jiwa siswa

Baca juga: Menkes ingatkan isu kesehatan jiwa anak perlu diselesaikan di keluarga

Setelah korban dirasa kooperatif, selanjutnya korban dibawa ke RSCM untuk dilakukan pemeriksaan lanjutkan dan pemeriksaan psikologi.

"Kami mencoba berkoordinasi dengan pihak RSCM untuk pemeriksaan lanjutan dan psikologis korban," ujarnya.

Pada Minggu (22/3) seorang wanita berinisial JS diduga akan mengakhiri hidupnya, karena pada saat kejadian ditemukan seutas tali yang akan digunakan oleh korban.

Saat itu, ada petugas yang berhasil menggagalkan aksi korban dan kemudian korban langsung dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk dilakukan pemeriksaan.

Dari video yang beredar bahwa korban diduga depresi, namun hingga saat ini belum diketahui apa penyebabnya karena korban masih dilakukan perawatan secara intensif di RSCM.





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wanita yang coba akhiri hidup di sekitar Istana masih dirawat



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026