
Seniman Nor Jayadi pamerkan karya lukisan Ketam's Vibes di Malaysia

Yogyakarta (ANTARA) - Seniman yang juga Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Nor Jayadi memamerkan karya lukisnya yang berjudul Ketam’s Vibes dalam ajang pameran Seni Rupa Art Ketam 2026 di Pulau Ketam Malaysia.
Karya seni lukis akrilik di atas kanvas berukuran 100 x 1000 sentimeter milik seniman Nor Jayadi tersebut tidak hanya memiliki nilai estetika.
Tetapi juga mencerminkan karakter realistis tanpa menghilangkan "ruh" senimannya, menciptakan jembatan antara kenyataan fisik dan imajinasi kreatif.
Dalam lanskap seni rupa kontemporer, kemampuan seniman untuk meromantisasi keseharian menjadi sebuah perenungan filosofis adalah sebuah pencapaian tersendiri.
"Karya ini hadir sebagai cermin yang memantulkan harmoni antara manusia dan alam di kawasan pesisir," kata Nor Jayadi dalam keterangannya.
Komposisi dan Estetika Ruang Ketam’s Vibes membawa penikmatnya menyelami suasana kehidupan pesisir dengan narasi visual yang tenang namun bertenaga.
Objek utama berupa rumah panggung yang bertengger di atas laut, berpadu dengan perahu nelayan yang bersandar dan latar pepohonan mangrove, disusun dalam komposisi yang sangat seimbang.
Deni Junaedi pelukis Yogyakarta yang juga Kurator dari Deni Art Painting Eksplorer menyoroti bagaimana perahu nelayan ditempatkan sebagai titik fokus (focal point) yang cerdas.
"Elemen ini tidak sekadar menjadi pengisi ruang, melainkan menjadi penuntun mata penikmat menuju bangunan rumah dan lingkungan sekitarnya, menciptakan kedalaman ruang (depth of field) yang imersif," katanya.
Menurut dia, secara substansial, Ketam’s Vibes melampaui batas keindahan visual. Karya ini adalah sebuah representasi naratif tentang ketenangan, kerja keras, dan nilai-nilai lokal dari budaya bahari.
"Melalui kanvas ini, Nor Jayadi mengajak kita semua untuk tidak sekadar melihat, namun merenungi pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir," katanya.
Dialog Warna dan Tekstur karya Nor Jayadi menunjukkan kematangan teknis melalui palet warna. Gradasi biru pada air laut yang berpadu dengan hijaunya pepohonan, serta sentuhan warna cokelat kekuningan pada tekstur kayu rumah panggung, memberikan kesan sejuk dan damai.
Ini adalah representasi visual dari kehidupan pesisir yang bersahaja.
Yang menarik, sapuan kuas pada pantulan cahaya di permukaan air digarap dengan sangat dinamis. Teknik ini tidak hanya menghasilkan kesan realistis, tetapi juga menghidupkan elemen air agar terlihat bergerak.
Tekstur yang kuat pada air dan pepohonan, yang lahir dari sapuan kuas ekspresif namun tetap terkontrol, menegaskan identitas personal Nor Jayadi sebagai pelukis yang mampu menggabungkan teknik mumpuni dengan ekspresi jiwa.
"Karya ini mengingatkan bahwa lingkungan pesisir bukan sekadar objek lukisan, melainkan identitas dan napas keberlangsungan hidup masyarakatnya. Dengan Ketam’s Vibes, Nor Jayadi menyuarakan pesan keberlanjutan melalui bahasa rupa yang jujur dan menyentuh," kata Deni Junaedi.
Pewarta : HRI
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
