Logo Header Antaranews Jogja

AMPHURI DIY sebut tidak ada jamaah umrah terkendala pulang

Selasa, 3 Maret 2026 16:17 WIB
Image Print
Jamaah melakukannya tawaf mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Rabu (3/8/2022). ANTARA/Desi Purnamawati

Yogyakarta (ANTARA) - DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut tidak ada jamaah umrah dari biro anggotanya yang terkendala pulang di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

"Untuk jamaah (umrah) Ramadhan awal ini sudah pada pulang semuanya. Jadi yang tertahan enggak ada," ujar Ketua DPD AMPHURI DIY Adam Basyori saat dihubungi di Yogyakarta, Selasa.

Ia mengakui penundaan sempat terjadi pada penerbangan dengan rute transit di Dubai, Abu Dhabi, dan Sharjah (Uni Emirat Arab), serta Muskat (Oman). Namun, kondisi tersebut kini telah kembali normal.

"Kalau yang tertahan itu biasanya memakai pesawat yang transit di Uni Emirat Arab, seperti Emirates, Etihad, Oman. Tapi per pukul 00.00 tadi malam waktu Emirat Arab, pesawat yang sebelumnya 'close' itu sudah mulai terbang lagi. Jadi sudah mulai normal lagi," kata dia.

Untuk penerbangan langsung dari Jakarta menuju Arab Saudi, baik ke Jeddah maupun Madinah, kata dia, hingga kini tidak mengalami penundaan.

"Untuk yang pakai pesawat 'direct' (langsung), seperti Garuda Indonesia dan Lion Air, itu tidak ada penundaan sama sekali. Baik terbang ke sana maupun pulang, tetap sesuai jadwal," ujarnya.

Ia menjelaskan keberangkatan jamaah umrah menjelang puncak akhir Ramadhan juga masih berjalan sesuai jadwal.

Kendati Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) serta Kementerian Luar Negeri RI mengimbau penundaan keberangkatan sebagai langkah kehati-hatian, menurut dia, sebagian anggota jamaah tetap memilih berangkat sesuai jadwal.

"Memang ada imbauan penundaan. Tapi kalau penundaan itu pilihan sendiri, mau tidak mau harus menanggung kerugian yang besar. Karena harga tiket dan hotel di Ramadhan itu paling tinggi dan sudah kami selesaikan jauh-jauh hari sebelumnya," ujar dia.

Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) DIY menyatakan pemerintah bersama Kantor Urusan Haji dan perwakilan Indonesia di Arab Saudi terus memantau untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan jamaah.

"Kantor urusan haji maupun kedubes di sana sudah membentuk tim. Tiga tim diturunkan di Bandara Jeddah dan Madinah untuk mengantisipasi kalau-kalau nanti ada pembatalan jadwal, terutama kepulangan jamaah," kata Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenhaj DIY Jauhar Mustofa.



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026