Logo Header Antaranews Sumsel

KAI Palembang sosialisasi keselamatan perlintasan

Kamis, 22 Januari 2026 23:25 WIB
Image Print
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mengamankan barang tertinggal sebanyak 57 barang milik penumpang dengan total nilai Rp174 juta selama Tahun 2025. (ANTARA/HO-PT KAI)

Palembang (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mengintensifkan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang kereta api sebagai upaya menekan angka kecelakaan serta meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pengguna jalan.

Manager Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti di Palembang, Kamis, mengatakan pihaknya menggelar kegiatan sosialisasi dilaksanakan di dua titik perlintasan sebidang, yakni JPL 95 KM 344+4/5 lintas Stasiun Niru–Stasiun Blimbing Pendopo serta JPL 122 KM 396+9 lintas Stasiun Muara Gula–Stasiun Muara Enim.

Sosialisasi itu dilakukan karena kecelakaan di perlintasan sebidang masih kerap terjadi dan menimbulkan dampak serius, baik dari sisi keselamatan manusia maupun operasional transportasi kereta api.

“Kecelakaan di perlintasan sebidang memiliki dampak yang sangat serius, mulai dari korban jiwa, kerugian material, hingga terganggunya operasional perjalanan kereta api,” katanya.

Ia menjelaskan dari sisi keselamatan, kecelakaan di perlintasan dapat mengakibatkan korban meninggal dunia, luka berat hingga cacat permanen, serta menimbulkan trauma psikologis bagi korban, keluarga, maupun masinis kereta api.

Sedangkan, dari aspek operasional, kecelakaan di perlintasan sebidang berpotensi menyebabkan keterlambatan perjalanan kereta api lain, pembatalan perjalanan akibat proses evakuasi, serta risiko anjloknya kereta api akibat benturan keras dengan kendaraan.

Dari sisi material dan infrastruktur, kecelakaan juga sering mengakibatkan kerusakan pada sarana dan prasarana perkeretaapian, kendaraan yang terlibat, serta fasilitas perlintasan seperti rel, sinyal, dan palang pintu, yang berdampak pada kerugian ekonomi.

Selain itu, kecelakaan di perlintasan sebidang kerap menimbulkan dampak sosial berupa kemacetan panjang dan terganggunya aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Dalam sosialisasi tersebut, KAI Divre III Palembang mengimbau pengguna jalan untuk selalu menerapkan prinsip BERTEMAN, yakni Berhenti, Tengok kanan dan kiri, Aman, dan Jalan, saat melintasi perlintasan sebidang kereta api.

Keselamatan di perlintasan sebidang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, yang mewajibkan pengguna jalan mendahulukan perjalanan kereta api.

“Keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Dengan disiplin dan kepatuhan pengguna jalan, keselamatan diri sendiri dan orang lain dapat terjaga,” kata Aida.



Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026