Logo Header Antaranews Sumsel

Sumsel integrasikan GSMP untuk pasokan pangan MBG

Selasa, 10 Februari 2026 01:05 WIB
Image Print
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel Ruzuan Effendi. (ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) mengintegrasikan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjamin pasokan bahan pangan bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel Ruzuan Effendi di Palembang, Senin, mengatakan integrasi tersebut dilakukan melalui skema business matching rantai pasok yang bertujuan memutus mata rantai distribusi panjang sekaligus menekan potensi gejolak harga pangan di pasar tradisional.

Integrasi GSMP dengan BGN berbasis pada pemberdayaan perempuan, pondok pesantren, serta petani lokal sebagai pusat produksi pangan. Seluruh komoditas yang dihasilkan GSMP dihimpun melalui koperasi sebelum disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Langkah tersebut juga menjadi upaya pemerintah daerah mengantisipasi kelangkaan sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional yang kerap memicu kenaikan harga akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat dan dapur SPPG.

Sehingga, kebutuhan bahan pangan program MBG tidak lagi disuplai melalui pasar umum, melainkan langsung dari sentra produksi berbasis komunitas.

"Suplainya tidak melalui pasar lagi, tetapi melalui koperasi komunitas, koperasi desa, BUMDes, atau pihak lainnya. Dengan begitu mata rantai terputus dan kualitas bahan pangan dapat dimonitor dan diawasi,” katanya.

Pihaknya menargetkan integrasi GSMP dan BGN mulai berjalan pada akhir Februari 2026.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang Nurya Hartika mengatakan integrasi tersebut memungkinkan pemerintah memetakan komoditas pangan yang mengalami defisit maupun surplus.

“Dari kegiatan ini nantinya bisa dipetakan bahan pangan apa saja yang defisit dan surplus untuk kemudian dialokasikan ke SPPG, dengan mengutamakan bahan pangan lokal,” ujar dia.

Berdasarkan data Badan Gizi Nasional, jumlah SPPG di Sumatera Selatan saat ini mencapai 660 unit dengan total penerima manfaat sekitar 2,4 juta orang.

Adapun kebutuhan bahan pangan program MBG setiap bulan diproyeksikan cukup besar, meliputi beras sebanyak 4.126 ton, telur sekitar 17 juta butir, ayam potong 5.259 ton, daging sapi 189 ton, serta ikan sekitar 934 ton.



Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026