
Bayang Nipah di pintu wisata

Baca juga: Kemenkes terbitkan Permenkes 1/2026 guna atasi KLB-krisis kesehatan
Dinas Kesehatan Kota Mataram mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi penularan melalui hewan, terutama babi dan buah yang telah terkontaminasi melalui kelelawar.
Upaya preventif, seperti mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh, memasak nira aren sebelum dikonsumsi, serta memperhatikan riwayat perjalanan ke negara dengan kasus konfirmasi menjadi bagian dari edukasi kesehatan masyarakat.
Selain itu, Pemkot Mataram meningkatkan surveilans terhadap gejala mirip influenza, ISPA, pneumonia, atau ensefalitis untuk memastikan deteksi dini kasus suspek virus Nipah.
Langkah-langkah ini selaras dengan prinsip penguatan karantina kesehatan nasional. Wakil Menteri Kesehatan menegaskan bahwa pengendalian ketat di bandara, pelabuhan, dan perbatasan merupakan langkah preventif utama.
Kontrol ketat bukan sekadar prosedur formal, tetapi strategi vital mengingat Virus Nipah dapat menular antarmanusia melalui kontak erat. Di sisi lain, migrasi kelelawar dan burung dari berbagai negara menambah kompleksitas pengawasan.
Fenomena ini meningkatkan risiko masuknya virus melalui jalur alami, terutama ke wilayah tropis seperti Indonesia yang menjadi tempat singgah dan berkembang biak bagi hewan pembawa virus.
Edukasi dan pencegahan
Selain deteksi dan pengawasan, edukasi publik menjadi fondasi strategi pencegahan. Tidak adanya vaksin atau obat spesifik untuk Virus Nipah menempatkan perilaku masyarakat sebagai garda utama pencegahan.
Perilaku Hidup Bersih dan Seha (PHBS) menjadi praktik universal, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga kebersihan makanan dan minuman, serta menghindari kontak dengan hewan sakit atau buah yang rusak.
Pendidikan ini tidak hanya melindungi individu, tetapi juga menciptakan kesadaran kolektif untuk menjaga keselamatan publik. Dengan kata lain, masyarakat menjadi bagian dari sistem pertahanan kesehatan nasional.
Pendekatan berbasis risiko juga diterapkan untuk memprioritaskan sumber daya. Bandara internasional dan pelabuhan di kota wisata diperlakukan sebagai “zona merah” pengawasan, sementara laboratorium kesehatan masyarakat ditingkatkan kapasitasnya untuk mendukung diagnosis cepat.
Surveilans terhadap kelelawar buah lokal dan penelitian serologis menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memahami potensi penularan di Indonesia.
Semua langkah ini membentuk rangkaian sistem tanggap darurat yang terintegrasi, menekankan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat.
Baca juga: Karantina kesehatan harus diperkuat cegah virus Nipah
Baca juga: Kemenkes minta masyarakat terus tingkatkan kewaspadaan virus nipah
Krisis potensial akibat Virus Nipah menekankan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya reaktif, melainkan preventif dan berkelanjutan. Indonesia, dengan posisi geografis dan mobilitas tinggi, perlu menjaga gerbang masuk negara dari risiko penyebaran penyakit menular.
Kota-kota wisata, seperti Bali dan Lombok bukan sekadar tujuan melancong, tetapi juga pusat strategis pengendalian risiko kesehatan global. Langkah-langkah preventif yang diterapkan di sini memiliki efek domino bagi keselamatan nasional.
Refleksi dari antisipasi Virus Nipah di Indonesia menunjukkan bahwa menghadapi ancaman baru memerlukan integrasi antara kebijakan, sains, dan perilaku masyarakat.
Regulasi Kemenkes, penguatan karantina, pengawasan bandara, edukasi PHBS, serta penelitian serologis pada inang alami membentuk kerangka pencegahan komprehensif.
Tantangan terbesar tetap pada disiplin kolektif dan kesadaran publik. Tanpa partisipasi aktif masyarakat, upaya teknis dan kebijakan bisa terhambat.
Dengan demikian, antisipasi Virus Nipah bukan hanya soal menyiapkan protokol atau ruang isolasi, tetapi tentang membangun budaya kesehatan yang resilien. Kesadaran bahwa setiap individu berperan dalam mencegah penularan akan menjadi benteng pertama yang kokoh.
Indonesia, melalui pengalaman menghadapi pandemi sebelumnya, memiliki kesempatan untuk memperkuat sistem kesehatan dan kesiapsiagaan nasional. Virus Nipah mungkin belum masuk, tetapi kesiapan hari ini menentukan kemampuan menghadapi ancaman esok.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bayang Nipah di pintu wisata
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
