Logo Header Antaranews Jogja

DKPP Bantul targetkan tanam padi seluas 35 ribu ha selama 2026

Minggu, 18 Januari 2026 13:49 WIB
Image Print
Petani sedang menanam padi di lahan pertanian Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik

Bantul, DIY (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan tanam padi seluas 35 ribu hektare selama musim tanam 2026.

"Harapan kami di tahun 2026, luas tanam padi kita harus bisa meningkat lagi dibanding tahun sebelumnya, paling tidak seluas 35 ribu hektare," kata Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo di Bantul, DIY, Minggu.

Menurut dia, hal itu sejalan dengan arahan pemerintah yang terus meningkatkan luas tanam padi dalam mendukung program swasembada pangan, terlebih pada 2025 luas tanam padi di Bantul seluas 34 ribu hektare, meningkat dibanding 2024 yang seluas 31 ribu hektare.

Dia mengatakan upaya yang dilakukan pemerintah dalam perluasan luas tanam di Bantul di antaranya dengan pemberian bantuan alat mesin pertanian (alsintan) bagi gabungan kelompok tani (gapoktan) di seluruh 75 kelurahan.

Pada 2025, jumlah alsintan yang diterima petani Bantul dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) sebanyak 201 unit, kemudian bantuan alsintan yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) sebanyak 43 unit

"Dengan adanya bantuan alsintan dari pemerintah pusat dan daerah, harapan kami dapat mempercepat pengolahan lahan sawah, sehingga jarak antara panen ke tanam berikutnya lebih pendek," katanya.

Baca juga: Saatnya padi hibrida jadi pilar ketahanan pangan Nasional

Baca juga: Pembangunan 100 gudang Bulog perkuat penyerapan padi

Dia mengatakan luas lahan baku di seluruh wilayah Bantul saat ini kurang dari 15 ribu hektare, sementara luas lahan sulit bertambah, sehingga langkah perluasan tanam dilakukan dengan memperpendek jarak panen dengan tanam.

"Kita punya target paling lama tiga minggu setelah panen, lahan itu harus sudah tanam lagi, jadi harapan kami bisa meningkatkan indeks pertanaman yang setahun dari dua menjadi tiga kali tanam, yang tiga kali bisa menjadi empat kali tanam dalam satu tahun," katanya.

Dia juga berharap, kalau sebelumnya para petani dalam kegiatan tanam mengambil jeda waktu satu bulan setelah panen, maka bisa dipersingkat lagi pengolahan tanah, apalagi telah tersedia alat mesin pertanian di tiap kelompok tani.

Baca juga: Pemerintah menganggarkan Rp10 triliun dorong pertanian modern berbasis AI

 



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026