
KemenPPPA gandeng 11 penggiat lingkungan sosialisasi pengolahan sampah

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan menggandeng 11 penggiat lingkungan untuk menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai pengolahan sampah hingga bisa bernilai ekonomi.
"Saya ingin mendapatkan champion-champion lokal ini yang nanti kita bisa bersama-sama untuk gerakan pendidikan bersama bagaimana zero waste, dan pengolahan sampah itu kalau kita olah bisa jadi bernilai ekonomi," kata Wakil Menteri PPPA Veronica Tan dalam acara peluncuran Buku "Seberkas Cahaya di Tengah Krisis Sampah Plastik", di Jakarta, Senin.
Sebelas penggiat lingkungan yang dimaksud merupakan orang-orang yang kisah hidupnya dituangkan dalam Buku "Seberkas Cahaya di Tengah Krisis Sampah Plastik", karya jurnalis senior Sonya Helen Sinombor.
Mereka adalah para local champion yang secara aktif berkontribusi dalam mengembangkan solusi lokal terhadap permasalahan sampah plastik dan menggerakkan perubahan di komunitasnya.
Para local champion tersebut dijaring oleh WWF Indonesia melalui program Plastic Smart Cities, yang berupaya menerapkan solusi konkret dalam mengurangi konsumsi plastik sekali pakai, meningkatkan daur ulang, serta mencegah kebocoran plastik ke lingkungan.
Pihaknya berharap peluncuran buku tersebut dapat menjadi momentum untuk gerakan bersama peduli lingkungan.
"Dengan adanya launching buku ini sebenarnya kesempatan untuk kita sama-sama ayo dong kita gerakkan bersama apalagi dengan perubahan iklim yang terjadi. Kita punya SDG's yang dari kita juga komitmen kita bisa sama-sama. Jadi ini sebenarnya bukan gerakan nasional, tapi sudah gerakan internasional yang benar-benar harus kita masifkan," kata Veronica Tan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KemenPPPA gandeng 11 penggiat lingkungan sosialisasi pengolahan sampah
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
