Logo Header Antaranews Jogja

Belajar di sekolah berfilosofi semut

Kamis, 9 Oktober 2025 12:07 WIB
Image Print
Suasana Sekolah Dasar Semut-Semut The Natural School di Cimanggis, Kota Depok, pada kegiatan ekstrakuliker. ANTARA/Aditya Ramadhan

Jika itu pukul 7.30, lebih ataupun kurang, akan ada satu atau dua orang guru piket yang berjaga di belakang gerbang oranye. "Assalamu'alaikum," kata guru perempuan sambil bersedia memberikan punggung tangannya untuk dicium oleh anak-anak sekolah dasar.

"Assalamu'alaikum cantiiiik," kata itu kepada seorang anak perempuan TK  yang sudah siap dengan segala keperluan belajarnya. Ekspresi dan gesturnya berbeda, lebih ceria nan membangun semangat.

Satu per satu, silih berganti, rutinitas itu bergulir. Dari kecup orang tua yang melepas anak belajar, sesama teman yang siap bermain, siswa yang "salim" dengan gurunya di gerbang sekolah, hingga mereka berjalan menyusuri "lorong" beratapkan kanopi pepohonan tropis yang sudah berumur.

Semut-Semut The Natural School. Namanya memang seperti sekolah alam, yang berfilosofi bahwa pembelajaran dilakukan di luar ruangan seperti di bawah pohon, kebun, atau kolam.

Baca juga: Rakor Kepsek, Mensos menekankan integritas dan jaga citra Sekolah Rakyat

Meski sekolah ini  sangat sejuk karena banyak pohon besar yang menaungi berbagai segi sekolah, siswa Semut-Semut tetap belajar di kelas. Sesekali anak-anak keluar kelas untuk mengamati pohon kopi, melinjo, sirih gading raksasa, atau pohon bunga lainnya sebagai proses pengamatan langsung pelajaran sains.

Natural School yang tersemat dalam nama sekolah itu lebih memiliki arti pendidikan dan pertumbuhan natural. Atau, jika boleh disebut, fitrah manusia dalam belajar dan bertumbuh, sesuai usia mereka.

Sebagaimana fitrah seorang anak yang selalu ingin tahu, suka bermain sampai puas, melompat, memanjat, berlari, mengamati, berinteraksi, yang semuanya seperti tersedia di sekolah ini. Tidak hanya pepohonan dan tanaman, berbagai hewan seperti lebah, kelinci, lele, kakak tua, bahkan belatung atau maggot dipelihara dan jadi objek pembelajaran.

Ketika sudah waktunya, anak-anak bebas bereksplorasi pada seluruh tempat di penjuru sekolah yang dulunya adalah sebuah kebun.

 

Seorang siswi TK Semut-Semut The Natural School mengamati burung kakak tua di area Mini Zoo sekolah. (ANTARA/Aditya Ramadhan)


Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026