
BKKBN DIY membekali kader BKB dengan program pengasuhan anak usia dini

Sleman (ANTARA) - Kantor Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana (Kemendukbangga) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Program Pengasuhan Anak Usia Dini bagi Kader Bina Keluarga Balita (BKB), Selasa.
"Bagi BKKBN, kader adalah ujung tombak. Tanpa mereka, program pengasuhan anak dan juga program kami yang lain tidak mungkin berjalan," Kata Kepala Perwakilan BKKBN DIY Mohamad Iqbal Apriansyah saat memberikan arahan pada kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di ruang Widya 1 Kantor BKKBN DIY.
Peserta sosialiasasi adalah para Kader Bina Keluarga Balita (BKB) dari seluruh wilayah DIY sebanyak 45 orang.
Menurut dia, tidak ada sekolah formal untuk menjadi orang tua anak usia 0 sampai 6 tahun yang merupakan masa emas tumbuh kembang. Padahal, pola pengasuhan di masa emas anak sangat menentukan tumbuh kembang mereka.
"Menyadari hal ini, BKKBN DIY menyelenggarakan kegiatan ini. Melalui kegiatan BKB, orang tua dapat meningkatkan pengetahuan tentang pengasuhan agar anak tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter," katanya.
Pada kesempatan tersebut puluhan kader BKB berkumpul untuk belajar bersama. Mereka bukan hanya dibekali ilmu seputar pengasuhan positif, tetapi juga dilatih cara menyampaikan pesan dengan penuh percaya diri agar lebih mudah dipahami orang tua.
Ia mengatakan, Di DIY sendiri saat ini terdapat 1.521 kelompok BKB dengan ratusan di antaranya telah menjadi BKB Holistik Integratif, yaitu BKB yang melakukan layanan secara utuh, menyeluruh, dan terintegrasi antara kelompok BKB, Posyandu, dan PAUD untuk memenuhi kebutuhan dasar tumbuh kembang anak.
"Harapannya melalui pembinaan ini, para kader semakin siap mendampingi keluarga dengan balita, sehingga pengasuhan anak lebih berkualitas dan angka stunting dapat terus ditekan. Karena pada akhirnya, setiap senyuman kecil anak hari ini adalah investasi besar bagi masa depan bangsa," katanya.
Ahli psikologi perkembangan Dr Rita Eka Izzaty yang menjadi narasumber pada kegiatan tersebut mengingatkan bahwa pelukan, senyuman dan komunikasi yang hangat adalah stimulasi sederhana yang sangat penting untuk pertumbuhan kecerdasan emosional anak.
"Perilaku seorang anak di masa depan nanti ditentukan oleh bagaimana pola pengasuhan yang diterima selama proses pertumbuhan dan perkembangannya," katanya.
Ia mengatakan, faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak dapat berasal berasal dari faktor internal dan eksternal.
"Namun demikian faktor paling penting menentukan tingkah laku anak adalah kualitas pengasuhan, yang mencakup kondisi lingkungan fisik dan sosial, yakni masyarakat dan media," katanya.
Sementara Sri Indah Anugrahani praktisi "public speaking", menekankan bahwa kunci keberhasilan komunikasi kader adalah percaya diri, pesan yang sederhana sehingga mudah dipahami, serta penyampaian yang hangat, jelas, dan menyentuh hati.
Pewarta : V001
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
