Logo Header Antaranews Jogja

Hutan Pinus Pengger, Wisata asri nan-menawan

Rabu, 3 September 2025 10:36 WIB
Image Print
Pengunjung tengah berfoto di Hutan Pinus Pengger yang terletak di Kawasan perbukitan Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/Rini Juliana

Yogyakarta (ANTARA) - Jalan berliku dan menanjak menuju Hutan Pinus Pengger seolah menjadi tantangan bagi mereka yang ingin menikmati keindahannya. Terletak di Kawasan perbukitan Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, destinasi wisata ini menawarkan pemandangan indah dan udara segar yang menjadi incaran bagi penikmat alam dan pemburu foto.

Begitu tiba di area wisata ini, semua letih perjalanan terbayar lunas oleh pemandangan menakjubkan yang tersaji, deretan pohon pinus yang membelah langit biru, tempat foto dari ranting yang unik, serta pemandangan Kota Yogyakarta yang membentang luas dari ketinggian.

Saat melangkahkan kaki di jalan setapak berbatu yang diapit pepohonan pinus, kesejukan langsung menyelimuti tubuh. Udara segar khas pegunungan ditambah dengan hembusan angin sepoi-sepoi memberikan kesegaran yang sulit didapatkan di tengah ramainya kota.

Sesekali terdengar kicauan burung dari kejauhan, menambah syahdu nya suasana pagi di Hutan Pinus Pengger, jalan setapak yang menanjak perlahan membawa para pengunjung menuju puncak.

Hutan Pinus Pengger terkenal dengan berbagai spot foto instagramable yang menjadi daya tarik utamanya.

Baca juga: Ekowisata Kalitalang tawarkan view langsung Gunung Merapi

Salah satu yang paling ikonik adalah spot foto berbentuk jari-jari yang menjulang ke langit, terbuat dari bahan kayu dan ranting yang dirancang sedemikian rupa sehingga pengunjung bisa berfoto seolah sedang digendong oleh tangan raksasa dengan latar belakang pemandangan Kota Yogyakarta.

Selain tangan raksasa, terdapat juga gazebo dan jembatan kayu yang menawarkan sudut pandang berbeda terhadap keindahan alam sekitar.

Pagi itu, terdapat beberapa pengunjung yang sudah antri untuk berfoto di spot foto berbentuk tangan raksasa. Meskipun belum terlalu ramai, antusiasme mereka terlihat jelas dari wajah-wajah berseri yang tak sabar menunggu giliran.

“Ini sudah kedua kalinya saya ke sini. Menurut saya Hutan Pinus Pengger ini tuh ya masih asri, adem dan suka aja sama pohon-pohon pinusnya,” ujar salah satu pengunjung, Wahyu.

Baca juga: Yogyakarta didorong wujudkan layanan wisata ramah Muslim kelas dunia

Saat ditanya tentang spot foto favoritnya, Wahyu menyebut jembatan, karena memiliki latar belakang pemandangan yang melenakan mata.

"Saya suka juga sama Hutan Pinus Pengger ini karena tiket dan parkirnya murah, terus parkiran nya ada atapnya juga jadi aman nggak kena panas ataupun hujan," katanya.

Perpaduan antara kehijauan hutan, birunya langit dan pemandangan kota dari ketinggian menciptakan harmoni warna yang memanjakan mata. Tak heran jika banyak pengunjung yang betah berlama-lama disini hanya untuk menikmati keindahannya, seolah melupakan segala kepenatan dari rutinitas sehari-hari.

“Saya ke sini emang untuk refreshing Mbak, karena pusing kerja mulu. Saya tertarik ke sini karena jarak tempuh dari rumah yang tidak terlalu jauh, harganya juga terjangkau, lokasinya juga tidak terlalu menanjak, ya standar buat orang tua lah Mbak” ungkap Suprapti, pengunjung lain yang sedang menikmati pemandangan.

Untuk spot foto favorit, lanjut Suprapti, yakni tangan yang menjadi icon atau ciri khasnya Hutan Pinus Pengger.

Seiring berjalannya waktu, jumlah pengunjung perlahan bertambah, Tuminem, salah satu pedagang yang telah berjualan di Hutan Pinus Pengger sejak tempat ini dibuka untuk umum menjelaskan bahwa terdapat pola keramaian yang biasanya terjadi di Hutan Pinus Pengger.

Baca juga: Rihlah penuh makna, Hayatun Tour ajak umat Muslim jelajahi jejak Islam di China

Menurutnya, kawasan wisata ini mulai ramai sekitar pukul 07.00 WIB, kemudian cenderung sepi pada pukul 14.00 WIB, dan kembali ramai sekitar pukul 15.00 WIB hingga malam hari karena jam operasional berakhir pukul 21.00 WIB, jika ada kegiatan camping, suasananya tetap ramai sampai malam.

Meskipun terletak di kawasan perbukitan, Hutan Pinus Pengger ini dilengkapi dengan fasilitas yang cukup memadai. Toilet umum tersedia di beberapa titik, begitu juga dengan tempat sampah dan area parkir yang luas mampu menampung banyak kendaraan.

Salah satu daya tarik lain dari Hutan Pinus Pengger adalah tiket masuk yang terjangkau. Dengan membayar Rp7.000 per orang, pengunjung sudah bisa menikmati semua keindahan yang ditawarkan. Untuk parkir kendaraan, pengunjung dikenakan biaya Rp3.000 (motor) dan Rp5.000 (mobil).

Hutan pinus pengger buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB, namun waktu terbaik untuk mengunjungi tempat ini adalah pagi hari antara pukul 06.00-10.00 WIB atau sore pukul 15.00-18.00 WIB, karena pada jam-jam tersebut udara cenderung sejuk dan pemandangannya yang sangat bagus.

Baca juga: Bocah Riau Aura Farming mendunia, diharapkan dongkrak wisata

Keberadaan Hutan Pinus Pengger tidak hanya memberikan manfaat wisata bagi pengunjung, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar. Banyak warga lokal yang kini mencari sumber penghasilan tambahan dari berjualan atau menyediakan jasa di kawasan wisata ini.

“Alhamdulillah sejak adanya wisata ini, penghasilan saya jadi nambah,” ungkap Tuminem.

Setelah beberapa jam menikmati kesejukan dan keindahan Hutan Pinus Pengger, tibalah waktunya untuk pulang, tak hanya membawa foto-foto indah. Lebih dari itu, pengunjung juga membawa kesegaran dan ketenangan yang menumbuhkan keinginan untuk kembali menikmati senja ataupun malam yang memukau disini.

Bagi Anda yang sedang mencari tempat untuk menyegarkan pikiran atau sekadar ingin mencari spot foto instagramable dengan latar belakang alam yang menakjubkan, Hutan Pinus Pengger layak dimasukkan dalam daftar destinasi yang harus dikunjungi.

Dengan tiket masuk yang terjangkau dan pemandangan yang memukau, tempat ini menawarkan pengalaman yang sepadan dengan perjalanan yang ditempuh.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026