Logo Header Antaranews Jogja

Warga diminta waspadai longsor saat perjalanan melintas jalan perbukitan

Rabu, 7 Februari 2024 07:01 WIB
Image Print
Ilustrasi: Arus lalu lintas jurusan Sibolga-Tarutung pasca terjadinya longsor di KM 17 Rampah Sitahuis sudah normal kembali. (Jason Gultom/Antara) (Jason Gultom/Antara/)

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada para pelaku perjalanan menggunakan kendaraan umum atau pribadi via darat untuk mewaspadai bencana tanah longsor saat melintas di jalan wilayah perbukitan dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa imbauan ini disampaikan seiring adanya prediksi peningkatan intensitas hujan dua hingga tiga hari ke depan hingga ketebalan 150-300 mm dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Intensitas hujan yang tinggi tersebut sangat mungkin bisa berpotensi menimbulkan tanah longsor, utamanya di perbukitan, dan bukan hanya kawasan permukiman tapi pelaku perjalanan juga waspada,” ujarnya.

Ia menjelaskan data yang dihimpun Pusdalops BNPB telah mencatat sebanyak 35 peristiwa kebencanaan tersebut dalam satu pekan terakhir.

Dari peristiwa itu dua diantaranya terjadi di Sumatera Utara. Laporan petugas BNPB diketahui tujuh unit mobil tertimpa material longsor dan menewaskan satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak balita di Sibolga.
 

Kemudian peristiwa serupa juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada Sabtu (3/2), yang mana tanah longsoran tebing membenamkan sebanyak lima mobil yang sedang melintas di bawahnya dan menewaskan dua orang dewasa dan seorang bayi usia satu tahun.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BNPB imbau pengendara waspada longsor saat lintasi jalan perbukitan

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026