Logo Header Antaranews Jogja

Angin kencang rusak puluhan rumah di Jawa Barat dan NTT

Selasa, 27 Januari 2026 14:55 WIB
Image Print
Petugas memeriksa kondiri rumah warga yang rusak usai dihantam angin kencang di Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Bogor

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Provinsi Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur, menyebabkan ratusan warga terdampak serta kerusakan pada puluhan rumah dan fasilitas umum. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa angin kencang di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat berdampak pada 137 jiwa warga setempat. 

"Dari jumlah tersebut, tiga jiwa dilaporkan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Angin kencang juga menyebabkan kerusakan pada 44 unit rumah warga serta empat unit fasilitas umum," kata dia.  

Baca juga: BNPB mengimbau waspadai hujan lebat dan angin kencang hingga 29 Januari

Baca juga: BMKG Jatim beberkan penyebab angin kencang yang melanda wilayah Malang

Abdul menyampaikan BPBD Kabupaten Ciamis telah melakukan pembersihan material, penyaluran bantuan logistik, serta perbaikan rumah warga terdampak untuk mempercepat pemulihan pascakejadian. 

Peristiwa serupa sebelumnya juga terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/1), khususnya di Kecamatan Citeureup dan Kecamatan Caringin. Sebanyak 90 warga terdampak, dengan 16 jiwa mengungsi ke rumah kerabat. 

Pusdalops BNPB melaporkan hasil pendataan yang diterima tercatat 15 unit rumah mengalami rusak ringan, delapan unit rusak sedang, dan tiga unit rusak berat.

Sementara itu, angin kencang pascahujan dengan intensitas tinggi juga melanda Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (24/1), yang berdampak pada 188 jiwa dan menyebabkan tiga warga mengalami luka-luka.

Baca juga: Sejumlah warga Yogya berlarian saat gempa M4,5 guncang Bantul
 

Abdul menyebutkan bahwa angin kencang tersebut merusak 43 unit rumah warga dan BPBD Kota Kupang bersama instansi terkait telah melakukan penanganan kesehatan bagi korban, pembersihan material, serta penyaluran bantuan kebutuhan dasar.

"Hingga kini, sebagian rumah warga telah selesai diperbaiki," cetusnya.

Atas rentetan peristiwa tersebut BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya angin kencang yang dapat terjadi setelah hujan lebat, serta segera melapor kepada aparat setempat jika terjadi kondisi darurat.

Baca juga: KRL Palur-Yogya sempat terhenti di Maguwoharjo dampak gempa Pacitan

Baca juga: BMKG: Gempa M5,5 guncang Pacitan dan sekitarnya pada Selasa pagi





 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Angin kencang rusak puluhan rumah di Jawa Barat dan NTT

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026