Purwokerto (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto membuka kembali jalur hulu Jembatan Rel Ganda Bangunan Hikmat (BH) Nomor 1109 pada petak jalan Prupuk-Linggapura setelah dilakukan perbaikan intensif.
Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto M As’ad Habibuddin di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat malam, mengatakan jalur tersebut kembali dapat dilalui kereta api sejak pukul 16.20 WIB.
Menurut dia, kereta api pertama yang melintas di jalur tersebut adalah KA 162 Bangunkarta dengan kecepatan terbatas 20 kilometer per jam.
“Untuk sementara waktu, peningkatan batas kecepatan dilakukan secara bertahap sambil memastikan keamanan jembatan,” katanya.
Ia mengatakan, petugas di lapangan masih terus melakukan proses normalisasi secara bertahap guna memastikan kondisi prasarana benar-benar aman untuk operasional penuh.
Dalam hal ini, kata dia, KAI Daop 5 Purwokerto pada hari Jumat (10/4), pukul 12.58 WIB, memberlakukan Semboyan 3 atau penghentian operasional sementara pada jalur hulu di Jembatan Rel Ganda BH Nomor 1109 petak jalan Prupuk-Linggapura.
Menurut dia, langkah tersebut diambil sebagai upaya pengamanan menyusul adanya kerusakan pada struktur hidraulika jembatan yang meliputi area drempel, pilar, dan talut.
“Penghentian sementara tersebut mengakibat sebanyak 13 perjalanan kereta api mengalami keterlambatan dengan variasi waktu berkisa 7-29 menit,” katanya .
Ia mengatakan 13 perjalanan kereta api itu terdiri atasi KA 282 Bengawan, KA Plb 7006 Batavia, KA Plb 61B Manahan, KA Plb 62B Manahan, KA 161 Bangunkarta, KA 184 Kamandaka, KA 89 Gayabaru Malam Selatan, KA 195 Kamandaka, KA Plb 256B Jaka Tingkir, KA 5 Argo Semeru, KA Plb 115B Sawunggalih, dan KA 162 Bangunkarta.
Menurut dia, KAI Daop 5 Purwokerto terus melakukan pemantauan intensif serta menyiagakan petugas di lokasi guna memastikan penanganan berjalan optimal hingga seluruh proses normalisasi selesai dan operasional kembali sepenuhnya normal.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, termasuk keterlambatan perjalanan. Namun demikian, keselamatan perjalanan kereta api dan pelanggan tetap menjadi prioritas utama,” kata As’ad.