Logo Header Antaranews Jogja

Jerman menyetujui ekspor militer ke Israel di tengah konflik kawasan

Kamis, 16 April 2026 20:05 WIB
Image Print
Ilustrasi Jerman. /ANTARA/Anadolu/py.

Moskow (ANTARA) - Jerman menyetujui ekspor militer senilai 6,6 juta euro atau sekitar 7,7 juta dolar AS (sekitar Rp131,9 miliar) kepada Israel pada pekan-pekan awal konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, lapor media Jerman, Kamis (16/4) mengutip jawaban Kementerian Ekonomi Jerman atas pertanyaan parlemen.

Ekspor tersebut disetujui dalam periode 28 Februari hingga 27 Maret 2026, menurut kantor berita DPA yang mengutip tanggapan tertulis kepada anggota parlemen dari partai Die Linke, Ulrich Thoden.

Dalam kurun sekitar empat bulan setelah pembatasan ekspor senjata terkait Gaza dicabut pada November 2025, Jerman dilaporkan telah menyetujui ekspor militer ke Israel dengan total mencapai 166,95 juta euro (sekitar Rp3,3 triliun).

Ekspor tersebut tidak mencakup senjata mematikan seperti tank atau artileri, melainkan berupa “peralatan militer lainnya.”

Jerman pada umumnya menghindari pengiriman senjata ke zona konflik, kecuali untuk Ukraina dan Israel, yang dikaitkan dengan tanggung jawab historis negara tersebut, menurut laporan DPA.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Pada Sabtu (11/4), Iran dan AS menggelar pembicaraan di Islamabad setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Pada Ahad (12/4), Wakil Presiden AS J.D. Vance menyatakan bahwa negosiasi antara kedua negara gagal menghasilkan kesepakatan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jerman menyetujui ekspor militer ke Israel di tengah konflik kawasan



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026