Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Bantul ajak semua komponen tingkatkan kesiapsiagaan bencana

Kamis, 16 April 2026 19:45 WIB
Image Print
Kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengajak semua komponen masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan masing-masing.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Agus Budirahardja di Bantul, Kamis, mengatakan dalam memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, semua pihak harus sadar diri bahwa Kabupaten Bantul berada di daerah dengan risiko bencana yang beragam.

"Untuk itu mari kita berkampanye bersama, bergerak bersama untuk melakukan sosialisasi edukasi dan meningkatkan keterampilan kita, dan kewaspadaan kita," kata Agus yang juga Ex Officio Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul tersebut.

Pihaknya juga memerintahkan untuk pengecekan semua sarana prasarana yang ada, early warning sistem (EWS) atau sistem peringatan dini harus berfungsi dengan baik, jalur evakuasi sudah disiapkan, dan mitigasi bencana yang lain.

"Sehingga masyarakat menjadi siap mulai dari anak-anak anak sekolah, bapak-bapak, ibu-ibu dan juga orang-orang tua untuk kemudian harus sadar, harus siap di sekeliling bisa jadi terjadi bencana yang pasti tidak ada tandanya," katanya.

Ia mengatakan apabila semua meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan kampanye serta sosialisasi kebencanaan digerakkan bersama, maka harapannya apabila ada bencana alam semua bisa terhindar dari dampak bencana itu.

Dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana, Bupati Bantul telah menerbitkan surat edaran yang mengimbau agar melaksanakan simulasi evakuasi mandiri bencana pada kurun waktu 13 sampai 30 April sesuai standar operasional prosedur (SOP) masing-masing instansi atau lembaga.

Pelaksanaan simulasi evakuasi mandiri bencana dengan mengaktifkan alat peringatan dini (sirene, alarm, kentongan, dan sejenisnya) serta praktik penggunaan perlengkapan pertolongan pertama sesuai kebutuhan.

Selain itu, memastikan seluruh peserta memahami jalur evakuasi, tempat kumpul, serta mekanisme penyelamatan diri sesuai potensi ancaman di lingkungan masing-masing.




Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026