
PMI DIY terima hibah alat medis Rp3,3 miliar untuk tingkatkan layanan

Yogyakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima hibah peralatan medis tahap dua dan tiga dari Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) melalui PMI Pusat, sehingga total seluruh tahap senilai Rp3,3 miliar.
Bantuan hibah diserahkan oleh Ketua Dewan Kehormatan PMI DIY KGPAA Paku Alam X kepada PMI seluruh DIY, yang dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD DIY, Kwarda DIY, Basarnas DIY, RAPI, dan Balai Kekarantinaan Kesehatan Yogyakarta.di Markas PMI DIY, Sleman, Selasa.
Bantuan dukungan Pemerintah Jepang dan Yayasan Asia-Eropa (ASEF) tersebut meliputi perangkat pendukung klinis, peralatan kedaruratan hingga alat diagnostik dasar yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas PMI.
Wakil Gubernur sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PMI DIY KGPAA Paku Alam X dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang memperkuat kesiapsiagaan serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan menghadapi potensi kedaruratan kesehatan masyarakat.
"Bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam menghadapi berbagai potensi kedaruratan kesehatan masyarakat," katanya.
KGPAA Paku Alam X berharap kelengkapan fasilitas di Klinik PMI DIY dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal, profesional, dan menjangkau masyarakat luas secara berkelanjutan.
“Saya berharap bantuan ini menjadi penyemangat agar PMI se-DIY mempunyai inovasi yang kreatif dalam pengembangan sumber daya seperti diversifikasi pendapatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi agar pelayanan PMI tetap berkesinambungan dan terus ada melayani masyarakat sebagaimana amanah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan," katanya.
Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo menjelaskan bantuan medis ini merupakan bantuan tahap dua dan tiga senilai lebih dari Rp2,7 miliar, sedangkan tahap pertama sudah diserahkan pada November 2025 senilai Rp642 juta, sehingga dari seluruh tahap lebih dari Rp3,3 miliar.
Pada tahap pertama PMI DIY menerima 84 unit (11 jenis barang) dan tahap kedua serta ketiga 143 unit (28 jenis barang) di antaranya bedside monitor, EKG, USG 2 dimensi, Pole IV dan accessories, lamp examination, emergency trolley, blender, sterilisator dry heat, stretcher ambulans, stretcher basket, body splint.
Selain itu, long spine board, scoop stretcher, AED, nebulizer mask adult, nebulizer mask pediatric, ambubag adult, ambubag pediatric, suction pump, suction pump portable 2 tabung, vaccine refrigerator, emergency transport ventilator, tensimeter, tabung oksigen, dan stethoscope.
Ia menambahkan, hibah ini merupakan kelanjutan komitmen program stockpile sejak April 2024 untuk memperkuat logistik kesehatan dalam menghadapi pandemi dan penyakit infeksius baru.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PMI DIY terima hibah alat medis Rp3,3 miliar untuk tingkatkan layanan
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
