Logo Header Antaranews Jogja

Balai Besar Batik menggandeng Pemda DIY latih kompetensi perajin batik

Senin, 13 April 2026 12:55 WIB
Image Print
Pembukaan pelatihan berbasis kompetensi bagi pelaku industri batik DIY di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Yogyakarta. Senin (13/4/2026) (ANTARA/Hery Sidik)

Yogyakarta (ANTARA) - Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan pelatihan berbasis kompetensi bagi sebanyak 20 pelaku industri batik yang ada di provinsi tersebut.

"Pelatihan berbasis kompetensi ini merupakan satu bentuk untuk meningkatkan kapasitas para pelaku ekonomi kreatif khususnya di kriya batik," kata Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY Iwan Pramana usai membuka pelatihan di Yogyakarta, Senin.

Pelatihan dan sertifikasi profesi di bidang ekonomi kreatif (kriya) dengan skema pembuatan malam batik diikuti 20 peserta dari DIY yang telah melalui proses seleksi dengan persyaratan ber-KTP DIY, berusia 18 tahun, dan memiliki pengalaman minimal satu tahun di bidang batik.

Dia mengatakan, disamping pelatihan peningkatan kompetensi, nantinya para pelaku industri batik juga difasilitasi untuk mendapatkan sertifikasi sesuai kompetensi, sebagai pengakuan terhadap pelaku ekonomi kreatif kriya batik tersebut.

"Jadi disamping peningkatan kompetensi, kami juga nanti akan melakukan sertifikasi, kemudian bagaimana meningkatkan nilai produk, karena ini merupakan bagian dari peningkatan produk juga," katanya.

Selain itu, kata dia, untuk mendukung keberlanjutan industri batik DIY, karena Yogyakarta merupakan kota batik dunia, sehingga tentunya nanti batik Yogyakarta dikenal sebagai batik berkelanjutan dan ramah lingkungan.

"Kemudian bagaimana menurunkan biaya produksi dari pelaku industri batik. Karena hampir 70 persen biaya untuk produksi batik ada malam (lilin). Jadi bagaimana menekan, karena ketika biaya ditekan otomatis pendapatan mereka lebih meningkat lagi," katanya.

Sementara itu, Kepala BBSPIIKB Zya Labiba mengatakan, pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi teknis peserta dalam pembuatan malam batik, tetapi juga mendorong inovasi pengelolaan bahan baku, khususnya melalui pemanfaatan kembali malam bekas.

Melalui kegiatan ini, peserta dibekali keterampilan mengolah kembali malam bekas menjadi lilin siap pakai. Praktik ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang signifikan dengan menekan biaya produksi bagi para perajin batik.

"Selain itu, upaya ini juga berkontribusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah padat serta meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku," katanya.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis kriya di DIY. Pengolahan malam bekas merupakan contoh nyata bahwa sisa produksi dapat memiliki nilai baru apabila diolah secara inovatif dan berkelanjutan.

"Dengan pelatihan dan sertifikasi ini, diharapkan para peserta dapat meningkatkan daya saing, profesionalisme, serta kontribusi terhadap industri batik yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi tinggi," katanya.



Pewarta :
Editor: Bambang Purwanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026