Logo Header Antaranews Jogja

Lebanon minta bantuan Pakistan untuk setop serangan Israel

Jumat, 10 April 2026 12:55 WIB
Image Print
Foto menunjukkan kebakaran yang disebabkan oleh serangan udara Israel di Beirut, Lebanon, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Xinhua/Bilal Jawich/aa.

Moskow (ANTARA) - Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam meminta Pakistan untuk mendukung upaya memastikan penghentian segera serangan Israel terhadap Beirut dan warga sipilnya.

Pernyataan itu disampaikan Kantor Perdana Menteri Lebanon, Kamis, menyusul percakapan telepon antara Salam dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

"Sambil mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Shehbaz Sharif atas upaya perdamaiannya, Perdana Menteri Lebanon meminta dukungan Pakistan untuk mengakhiri segera serangan yang menargetkan Lebanon dan rakyatnya," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Pakistan merupakan aktor kunci dalam proses gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca juga: Trump minta Netanyahu kurangi serangan ke Lebanon

Baca juga: PBB: Serangan Israel di Lebanon mengganggu kedamaian di Timur Tengah


Berkat mediasi Pakistan, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Rabu (8/4) bahwa Selat Hormuz—yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair global—akan dibuka kembali, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata tersebut.

Pada hari yang sama, pesawat tempur dan artileri Israel menyerang belasan permukiman di Lebanon selatan, termasuk di kota besar Tyre.

Trump mengatakan penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran karena keterlibatan gerakan Hizbullah.

Namun, Iran menganggap ini sebagai pelanggaran gencatan senjata yang dicapai pihaknya dengan Washington.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti






Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Lebanon minta bantuan Pakistan untuk setop serangan Israel



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026