Logo Header Antaranews Jogja

Bappenas tekankan integrasi bansos dengan pemberdayaan masyarakat

Kamis, 9 April 2026 18:49 WIB
Image Print
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy dalam pertemuan dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara, bersama delegasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta, Senin (6/4/2026). ANTARA/HO-Bappenas

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menekankan urgensi transformasi bantuan sosial (bansos), yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat, serta didukung oleh data yang akurat dan terpadu.

"Saya kira kita harus menekankan dua hal utama, yaitu keberdayaan dan kualitas data. Kita tidak bisa bekerja sendiri dalam pemberdayaan. Pada saat yang sama, pengalaman kita menunjukkan bahwa data sosial yang kita miliki masih memiliki berbagai fungsi yang belum optimal. Tanpa data yang akurat, berbagai intervensi berisiko tidak tepat sasaran," ujarnya dalam pertemuan dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara, bersama delegasi Badan Pusat Statistik (BPS), sebagaimana keterangan, yang dikutip di Jakarta, Kamis.

Kepala Bappenas juga menekankan perlunya penajaman kebijakan bansos agar tak hanya bersifat sementara, tetapi mampu mendorong kemandirian masyarakat.

Momentum sensus ekonomi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat basis data nasional.

Adapun upaya untuk memastikan program bansos dapat berjalan lebih efisien dan tepat sasaran yaitu dengan menekan inclusion error dan memperbaiki exclusion error.

"Bapak Presiden telah menyampaikan model baru pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Ini adalah ujian kita bersama untuk memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal, baik dalam aspek pangan, perumahan, kesehatan, maupun kebutuhan dasar lainnya," ujar Menteri PPN.

Mensos Saifullah turut menyampaikan komitmen Kementerian Sosial untuk mempercepat transformasi data dan penguatan program pemberdayaan melalui peningkatan keterampilan dan penguatan aset masyarakat.

Sementara itu, Wamenkeu menekankan pentingnya peningkatan akurasi dalam penyaluran program perlindungan sosial, serta pentingnya pendekatan pemberdayaan sebagai fondasi dalam pengentasan kemiskinan, sehingga mampu menciptakan pendapatan dan pekerjaan.

Bagi Bappenas, lanjut Rachmat, pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga guna mewujudkan sistem perlindungan sosial yang adaptif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bappenas tekankan integrasi bansos dengan pemberdayaan masyarakat



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026