Logo Header Antaranews Jogja

Prabowo: Krisis memaksa Indonesia mempercepat swasembada pangan dan energi

Rabu, 11 Maret 2026 21:33 WIB
Image Print
Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat menghadiri tasyakuran HUT Ke-1 Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Presiden Prabowo mengatakan Danantara memiliki Return on Assets (ROA) yang telah meningkat hingga 300 persen sepanjang tahun 2025. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto meyakini krisis yang saat ini terjadi di beberapa belahan dunia memaksa Indonesia untuk mempercepat rencananya mewujudkan swasembada pangan dan energi.

Oleh karena itu, menurut Presiden, meskipun krisis itu merupakan ujian bagi banyak negara, tetapi krisis juga dapat menciptakan peluang-peluang yang mendukung majunya sebuah negara. Kondisi yang disebut Prabowo sebagai blessing in disguise.

"Kita lihat dunia sekarang penuh ketidakpastian, terjadi di mana-mana krisis, tetapi saudara-saudara, krisis selalu menghasilkan peluang, krisis adalah ujian, krisis adalah batu loncatan. Yang kuat akan selamat, yang tidak kuat akan terus menderita. Ini pelajaran sejarah," kata Presiden Prabowo saat memberikan arahan dalam acara HUT ke-1 Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu.

Presiden melanjutkan dirinya meyakini Indonesia dapat melewati krisis demi krisis yang terjadi salah satunya karena imbas perang Israel, Amerika Serikat melawan Iran.

"Saya yakin dan percaya bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa, dan kita mampu keluar dari krisis ini. Kita akan keluar dari krisis ini semakin kuat. Krisis ini menurut saya adalah suatu blessing in disguise. Memang penuh kesulitan, memang penuh tantangan, tetapi (krisis) memaksa kita mempercepat niat-niat baik," ujar Presiden.

Prabowo kemudian menyebut dua rencana besar yang dicanangkan pemerintahannya, yaitu mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi.

"Kita sudah punya rencana swasembada pangan. Alhamdulilah sudah tercapai sebagian. Kita sudah punya niat swasembada energi, yang rencana kita yakin kita akan capai dalam 4 tahun lagi. Tetapi, (krisis) ini memaksa kita akselerasi. Kita harus percepat. Kita punya banyak alternatif. Kita yakin bahwa kita atasi masalah ini. Banyak negara dalam kondisi yang lebih menyedihkan daripada kita," kata Presiden Prabowo.

Oleh karena itu, Prabowo menyebutkan prioritasnya dalam waktu dekat ialah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di berbagai daerah tanah air yang kapasitas totalnya mencapai 100 gigawatt (GW).

"Kita akan melaksanakan listrikfikasi, energi terbarukan dari tenaga surya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, kita akan membangun 100 gigawatt. Itu sudah perintah saya. Itu sudah keputusan saya, dan kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini," sambung Presiden.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo: Krisis paksa Indonesia percepat swasembada pangan dan energi



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026