
Masyarakat perlu terlibat aktif awasi Program MBG

Jakarta (ANTARA) - Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul, Syurya M. Nur menilai masyarakat perlu ikut terlibat aktif dalam mengawasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), utamanya dalam mencegah terjadinya insiden keamanan pangan.
"Semua unsur harus dirangkul. Masyarakat, orang tua, sekolah diberi kewenangan untuk ikut mengawasi mitra-mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," ujarnya dalam siniar bersama Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Senin.
Syurya menegaskan pengawasan tidak boleh hanya bergantung pada kunjungan pejabat, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat ke sekolah-sekolah.
"Penguatan pengawasan di lapangan menjadi faktor krusial dalam menyukseskan Program MBG, karena tidak semua mitra SPPG memiliki komitmen yang sama, sehingga verifikasi yayasan dan pengawasan harus dilakukan secara ketat," katanya.
Syurya mengakui ada SPPG yang dikelola dengan baik dan benar-benar berorientasi pada peningkatan gizi anak. Namun, ia juga menemukan adanya oknum mitra yang tidak mematuhi SOP, mulai dari aspek kebersihan dapur hingga kelayakan lokasi pengolahan makanan.
"Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat untuk terus mengawasi sangat diperlukan untuk menyukseskan program ini," tuturnya.
Syurya menekankan manfaat program MBG memang tidak instan, tetapi akan terlihat dalam jangka panjang, sekitar lima hingga 10 tahun ke depan, ketika generasi yang gizinya terpenuhi tumbuh menjadi sumber daya manusia yang lebih sehat dan cerdas.
"Program ini kerap dipersepsikan negatif, karena framing media yang kurang berimbang, padahal banyak sisi positif yang perlu ditonjolkan," paparnya.
Oleh karena itu, ia mendorong BGN untuk lebih aktif memanfaatkan media sosial dan pendekatan langsung ke lapangan guna membangun kepercayaan publik.
Menurutnya, kebijakan pemerintah harus dikomunikasikan secara konsisten melalui pemberitaan, edukasi dan keterlibatan masyarakat.
"Kita sudah melihat di beberapa wilayah, MBG itu kehadirannya sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak, jadi komunikasi pemerintah perlu lebih fokus pada dampak-dampak positif yang ditimbulkan dari program ini," ucap Syurya.
Pewarta : Lintang Budiyanti Prameswari
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
