
Polri buru bandar narkoba Boy dan kurir jaringan Koko Erwin

Jakarta (ANTARA) - Polri tengah memburu seorang terduga bandar narkoba bernama A. Hamid alias Boy dan seorang kurir narkoba dalam jaringan terduga bandar narkoba Koko Erwin atas nama Satriawan alias Awan.
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengatakan kedua orang tersebut telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
“Saat ini dilakukan pencarian dan pengejaran bersama oleh petugas Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda NTB,” katanya dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan terduga bandar narkoba Boy berperan memberikan uang kepada mantan Kepala Satresnarkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi yang menjadi tersangka kasus narkoba.
“Tersangka Malaungi pada periode bulan Juni 2025 sampai dengan bulan November 2025 telah menerima uang dari A. Hamid alias Boy secara keseluruhan sejumlah Rp1,8 miliar sebagai bentuk uang atensi,” katanya.
Kemudian, Malaungi memberikan uang tersebut kepada mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro yang telah ditetapkan tersangka kasus narkoba, di lingkungan Mapolres Bima Kota.
Adapun untuk ciri-ciri Boy, Eko menyebut bahwa tersangka itu memiliki tinggi badan sekitar 171 centimeter, berbadan gemuk, berambut hitam bergelombang, memiliki kulit sawo matang, bermata bulat, berwajah lonjong, dan memiliki alis tebal.
Boy, sambung dia, juga berprofesi sebagai sopir dan bertempat tinggal di Kota Bima, NTB. Sebelumnya, Boy pernah divonis enam bulan penjara terkait kasus penyalahgunaan narkotika golongan I pada 29 Juli 2021.
Sementara itu, Satriawan alias Dae Awan alias Awan berperan sebagai kurir dalam jaringan terduga bandar narkoba Koko Erwin.
Dalam kasus narkoba pusaran Koko Erwin, Awan berperan membawa satup kilogram sabu yang diperoleh Erwin dari seseorang di Aceh Besar untuk diedarkan di wilayah Bima, NTB.
Untuk ciri-ciri Awan, Eko mengungkapkan bahwa tersangka tersebut memiliki tinggi badan 160 centimeter, memiliki satu gigi ompong di bagian depan, kulit putih, berambut pendek uban agak botak, dan memiliki ciri-ciri khusus sebuah luka besar di kaki.
Untuk pekerjaan, Awan merupakan seorang wiraswasta. Ia bertempat tinggal di Desa Lampe, Kota Bima, NTB.
Pewarta : Nadia Putri Rahmani
Editor:
Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
