Logo Header Antaranews Sumsel

Mengenali modus phishing dan strategi lindungi data pribadi

Minggu, 25 Januari 2026 15:09 WIB
Image Print
Modus penipuan online yang mengarahkan korban untuk masuk ke tautan palsu dan mengisi data pribadi. (ANTARA/HO-Gopay)

Jakarta (ANTARA) - Transformasi digital di sektor keuangan telah mengubah cara masyarakat Indonesia mengelola uang, membayar kebutuhan harian, hingga mengakses layanan yang dulu hanya tersedia di loket fisik.

Dari ponsel di genggaman, seseorang kini dapat mentransfer dana, membayar tagihan, membeli tiket, atau mengirim bantuan ke keluarga dalam hitungan detik.

Kemudahan ini membuka ruang besar bagi inklusi keuangan, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam bentuk kejahatan digital yang semakin canggih dan adaptif.

Dalam beberapa waktu terakhir, dalam sejumlah diskusi literasi digital di sejumlah daerah, keluhan tentang undangan pernikahan digital berformat APK yang berujung pada pembobolan dompet elektronik muncul berulang kali.

Polanya hampir seragam. Pesan datang dari nomor tak dikenal, tampil sopan, kadang disertai nama yang terasa familiar. Begitu file diunduh dan dibuka, ponsel korban melambat, notifikasi transaksi muncul tanpa pernah diminta, dan saldo menghilang dalam hitungan menit.



Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026