Logo Header Antaranews Jogja

Petani tembakau harapkan regulasi yang lindungi komoditas lokal

Senin, 23 Februari 2026 13:37 WIB
Image Print
Ilustrasi seorang petani menyiran tanaman tembakau di Pamekasan, Jawa Timur. ANTARA/ HO-DKPP Pamekasan

Yogyakarta (ANTARA) - Petani tembakau di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berharap Pemerintah memberikan perlindungan terhadap karakteristik komoditas tembakau lokal di tengah perancangan regulasi mengenai pembatasan kadar tar dan nikotin.

Ketua Dewan Perwakilan Cabang Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPC APTI) Temanggung Siyamin menyatakan para petani saat ini tengah bersiap memasuki masa tanam yang diprediksi mulai pada Maret hingga April mendatang. Namun, muncul kekhawatiran terkait rancangan rekomendasi batas maksimal kadar tar dan nikotin yang sedang digodok di tingkat kementerian.

Tembakau Temanggung, kata dia, memiliki karakteristik alamiah dengan kadar nikotin yang tergolong tinggi, yakni berkisar 3 hingga 8 persen. Ini adalah ciri khas varietas Kemloko dan Srintil yang menjadi bahan baku utama rokok kretek.

Menurut dia, pembatasan kadar nikotin yang terlalu rendah dikhawatirkan tidak selaras dengan profil alami tanaman tembakau di wilayahnya, yang selama ini dikenal sebagai salah satu tembakau terbaik di dunia karena aroma dan kekuatannya.

"Pembatasan ini sangat merugikan petani. Itu kan karakteristik natural tanamannya,"sebutnya.

Siyamin mencatat, luas lahan tembakau di Temanggung tahun lalu mencapai 13-14 ribu hektare. Ia berharap regulasi yang diterbitkan nantinya tidak berdampak negatif pada nilai ekonomi komoditas perkebunan tersebut.

Senada dengan itu, Ketua DPD APTI DIY Sutriyanto menekankan pentingnya ruang dialog antara regulator dan petani. Ia berharap Pemerintah maupun legislatif dapat menyerap aspirasi langsung dari lapangan sebelum memfinalisasi aturan.

Ia menambahkan, di wilayah Bantul, DIY, luas lahan tembakau mengalami peningkatan dari 40 hektare pada 2022 menjadi 60 hektare pada 2023. Hal ini menunjukkan tembakau, termasuk jenis grompol untuk bahan baku cerutu, merupakan komoditas unggulan yang berkontribusi positif bagi ekonomi kerakyatan.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan, produksi tembakau nasional pada 2023 mencapai 238,81 ribu ton. Jawa Tengah merupakan provinsi penghasil tembakau terbesar ketiga di Indonesia dengan kontribusi rata-rata 53,50 ribu ton atau sekitar 21,63 persen per tahun terhadap total produksi nasional.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026