Logo Header Antaranews Jogja

Kemdiktisaintek mengungkapkan empat kurikulum pembeda pada SMA Unggul Garuda

Rabu, 18 Februari 2026 18:12 WIB
Image Print
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Kemdiktisaintek Ardi Findyartini (tengah) dan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Ahmad Najib Burhani (kanan) dalam taklimat media di Jakarta, Rabu (18/2/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengungkapkan terdapat empat kurikulum unggulan yang membedakan SMA Unggul Garuda dengan sekolah lain pada umumnya."

Akan ada empat kurikulum yang akan digunakan, diantaranya kurikulum penguatan STEM, kurikulum nasional, kurikulum pengembangan karakter peserta didik di sekolah berasrama, kurikulum Internasional," kata Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Kemdiktisaintek Ardi Findyartini dalam taklimat media di Jakarta, Rabu.

Titin, sapaan akrabnya menyebut kurikulum ini diperlukan dalam rangka menyiapkan lulusan SMA Unggul Garuda untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kampus terbaik dunia.

Ke depan, lanjut dia, para lulusan juga dipersiapkan untuk mengikuti Program Beasiswa Garuda untuk dapat memberikan akses kepada seluruh talenta terbaik negeri tanpa melihat latar belakangnya untuk dapat bersaing di kancah global.

"Program ini akan memberikan kesempatan kepada talenta terbaik, baik yang berada di Sekolah Umum maupun Sekolah Garuda untuk berkompetisi dan berkuliah sarjana di Luar Negeri," ujar Titin.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Ahmad Najib Burhani menyebutkan SMA Unggul Garuda memiliki motivasi untuk memperkuat talenta-talenta terbaik bangsa dalam bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika), yang harapannya dapat meningkatkan minat, memenuhi kebutuhan industri, serta menghadirkan ahli-ahli di bidang STEM.

Ia juga menyatakan SMA Unggul Garuda merupakan program strategis untuk mewujudkan pemerataan pembangunan pendidikan nasional.

"Sekolah ini tidak dibangun di Pulau Jawa, melainkan ditempatkan di wilayah yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi tantangan dalam akses serta percepatan pembangunan pendidikan. Kita yakin banyak potensi di daerah yang tidak kalah dengan yang ada di Jawa," kata dia.

Najib juga menekankan SMA Unggul Garuda lahir dari keberpihakan terhadap talenta terbaik bangsa yang kerap terlewatkan dalam sistem pendidikan.

"Sebanyak satu persen yang sering terlewatkan adalah anak-anak pintar, berpotensi sangat tinggi, tetapi belum bisa berkembang maksimal karena berbagai keterbatasan finansial. Ini salah satu filosofi dibentuknya Sekolah Garuda," tutur Ahmad Najib Burhani.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemdiktisaintek ungkap empat kurikulum pembeda pada SMA Unggul Garuda



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026