
Mentan menegaskan hilirisasi peternakan di Danantara stabilkan harga

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan proyek hilirisasi di sektor peternakan unggas (poultry) yang dijalankan oleh Danantara bertujuan untuk menjaga stabilitas harga komoditas di tingkat produsen maupun konsumen.
“Yang pertama, kita ingin harga stabil. Harga DOC (Day Old Chick), harga telur, harga ayam stabil,” ujar Mentan ditemui di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, stabilisasi harga tidak bisa hanya dilakukan di hilir. Pemerintah harus bergerak dari sektor hulu, terutama pada komponen utama produksi seperti pakan, vaksin, dan bibit ayam (DOC).
“Caranya untuk menstabilkan, pemerintah harus bergerak di hulu. Di hulu di mana pakan, vaksin, dan DOC. Tanpa itu tidak mungkin," katanya.
Amran menilai gejolak harga yang kerap terjadi disebabkan ketidakseimbangan di sektor hulu. Meski Indonesia telah mencapai swasembada telur dan ayam, konflik kepentingan antara produsen dan konsumen masih terus muncul.
"Padahal kita sudah swasembada. Kita sudah swasembada telur, kita sudah swasembada ayam. Tapi dua-dua berteriak, peternaknya berteriak, konsumennya berteriak,” ujar dia.
Dalam skema hilirisasi peternakan di Danantara yang melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), katanya langkah ini diharapkan menjamin ketersediaan pasokan yang menjaga stabilitas harga.
“Kenapa BUMN kita libatkan, kalau BUMN-nya macam-macam, kita copot," kata Amran.
Ia memastikan BUMN akan bergerak langsung di lini hulu demi menjaga kestabilan harga dan melindungi peternak rakyat.
“Jadi nanti bergeraknya BUMN di hulu. Itu di pakan, DOC. Ini menjamin suplai ke peternak kecil," katanya.
Pada Jumat (6/2), Danantara melakukan groundbreaking enam proyek hilirisasi fase I dari 18 proyek yang sedang dicanangkan.
Adapun keenam proyek hilirisasi fase I itu yaitu pertama, proyek hilirisasi bauksit menjadi alumina dan aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan total investasi 3 miliar dolar AS. Kedua, peningkatan kapasitas produksi di Kuala Tanjung, Sumatera Utara.
Ketiga, proyek bioetanol di Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, yang memproduksi etanol 30 ribu kilo liter per tahun. Keempat, proyek biorefinery di Cilacap, Jawa Tengah, yang memproduksi avtur hingga 6.000 barel per hari.
Kelima, fasilitas integrated poultry di Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat, yang bisa menambah produksi 1,5 juta ton daging ayam, 1 juta ton telur, dan menciptakan 1,46 juta lapangan kerja baru.
Keenam, pabrik garam dan mechanical vapor recompression (MVR) di Gresik, Manyar, dan Sampang, yang akan menambah kapasitas produksi PT Garam sebesar 380 ribu ton per tahun, sekaligus memperkuat swasembada garam.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mentan tekankan hilirisasi peternakan di Danantara stabilkan harga
Pewarta : Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
