
Menko IPK AHY tekankan tata ruang harus jadi panglima pembangunan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan tata ruang harus menjadi panglima pembangunan.
Menurut dia, tata ruang membuat kota-kota di dunia menjadi maju dan modern dikarenakan perencanaan urbannya.
"Oleh karena itu mari kita hadirkan sebuah spirit bahwa dalam pembangunan, tata ruang harus menjadi panglima. Artinya yang menentukan terlebih dahulu sebelum kita merencanakan pembangunan infrastruktur apa pun sektor yang sedang kita kelola," ujar AHY dalam Townhall Meeting di Jakarta, Senin.
Dia mengatakan bahwa tata ruang merupakan salah satu isu yang sangat mendasar. Persoalan bencana, kemacetan sampai masyarakat yang merasa hidupnya tidak nyaman jika dirunut pada umumnya berawal dari permasalahan tata ruang wilayah yang sering diabaikan.
"Hal yang sering diabaikan bahwa bukan yang terjadi di hilir saja yang harus kita atasi tapi apa yang terjadi di hulu. Ini masalah tata ruang. Apa yang terjadi di hulu karena seharusnya lahan yang tidak boleh dibangun akhirnya dibangun tanpa izin, ilegal, kemudian mengurangi daerah resapan. Inilah yang menyebabkan banjir semakin parah," kata AHY.
Sebagai ilustrasi studi kasus Aceh Tamiang yang beberapa waktu lalu mengalami bencana banjir dan tanah longsor.
Sebelumnya luasan kawasan hutan lindung dan kawasan budidaya di wilayah tersebut hampir berimbang. Tetapi rencana pola tata ruang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) pada tahun 2023 telah terjadi penurunan dengan kawasan hutan lindung mengalami penyusutan secara signifikan karena selebihnya menjadi kawasan budidaya.
"Jadi mari kita coba bedah dengan cermat lokasi atau daerah yang sangat rentan terjadi bencana apakah ada permasalahan konversi tata ruang wilayahnya, dan apa yang harus bisa kita lakukan setelah itu," kata AHY.
Sebagai informasi, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan bahwa pembangunan harus berbasis data dan informasi kredibel.
Sebagai Kementerian yang ditugaskan untuk mengorkestrasikan pembangunan infrastruktur di berbagai sektor, dia mengingatkan fokus utama dari upaya ini adalah memberikan dampak langsung terhadap upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pihaknya sendiri disebut sedang menghadirkan tata ruang wilayah secara nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota. Adapun bahasan dasar dari target ini ialah informasi geospasial nan lengkap dan akurat seperti peta skala besar 1 banding 5 ribu yang membuat banyak informasi, sehingga harus dijadikan referensi dalam pembangunan di semua sektor.
Tanpa peta skala besar, lanjutnya, maka sulit untuk memiliki tata ruang, terutama dalam memproduksi rencana detail tata ruang. Adanya peta ini juga dibutuhkan para pengambil keputusan, pemimpin di daerah, pelaku dunia usaha, hingga investor.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko IPK tekankan tata ruang harus jadi panglima pembangunan
Pewarta : Suharsana Aji Sasra J C
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
