Logo Header Antaranews Jogja

Indonesia-Belanda perluas kerja sama pembersihan sungai dengan interceptor

Selasa, 3 Februari 2026 16:48 WIB
Image Print
Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan RI Nani Hendiarti (kanan) dan CEO Ocean Cleanup Belanda Boyan Slat menunjukkan dokumen nota kesepahaman tentang perluasan proyek interceptor sungai yang ditandatangani di Jakarta, Selasa (3/2/2026). ANTARA/Shofi Ayudiana

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI bersama organisasi nirlaba asal Belanda, The Ocean Cleanup menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama untuk memperluas inisiatif pembersihan sungai dengan teknologi kapal interceptor.

Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti menjelaskan kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari MoU sebelumnya yang dilakukan dengan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi pada 2019.

"Tujuan MoU ini adalah mengumpulkan, memproses, dan mendaur ulang sampah plastik, sehingga bisa menjadi bagian dari ekonomi sirkular," ujar Nani dalam acara penandatangan MoU di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, sungai sangat penting bagi pangan, karena jika airnya bersih dan mengalir ke daerah pertanian, kualitas hasil pertanian tentu akan lebih baik.

Nani menyebut The Ocean Cleanup telah mengoperasikan dua fasilitas interceptor di Indonesia, masing-masing di Sungai Cengkareng Drain, Jakarta, serta Sungai Cisadane, Tangerang, Banten.

Nani mengatakan pemerintah bersama The Ocean Cleanup menyiapkan rencana ekspansi ke sekitar 10 sungai lain yang sedang dalam tahap asesmen, dengan kandidat lokasi di Jawa, Bali, dan Manado.

Menurut Nani, kerja sama ini juga penting untuk mendukung sektor pariwisata dengan membersihkan sungai di destinasi-destinasi wisata.

Pemerintah menargetkan seluruh fasilitas baru dapat beroperasi sebelum 2029, dengan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.

Dalam kesempatan yang sama, CEO The Ocean Cleanup Boyan Slat menjelaskan teknologi interceptor yang dikembangkannya mampu menangkap sampah plastik sebelum masuk ke laut.

"Dalam beberapa tahun ke depan, kami akan bersama-sama memasang interceptor di beberapa sungai. Harapannya, saat musim hujan pantai tetap bersih dan tidak ada sampah," ujar Slat.

Menurut dia, teknologi ini telah terbukti efektif dengan hasil pengumpulan sampah plastik dari Indonesia setara berat Menara Eiffel, Prancis, dalam beberapa tahun terakhir.

"Angka itu akan jauh lebih besar dalam beberapa tahun ke depan," ujarnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: RI-Belanda perluas kerja sama pembersihan sungai dengan interceptor



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026