Logo Header Antaranews Jogja

Australia minta warganya segera tinggalkan Iran imbas protes

Kamis, 8 Januari 2026 13:30 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pulau dan bendera Australia. ANTARA/pixabay/pri. (ANTARA/pixabay)

Moskow (ANTARA) - Pihak berwenang Australia, Rabu, mendesak warganya untuk segera meninggalkan Iran dan menahan diri dari perjalanan ke negara itu karena gelombang protes yang masih berlangsung.

“Jika berada di Iran, sebaiknya segera keluar. Protes keras terjadi di seluruh negeri dan bisa meningkat tanpa pemberitahuan,” bunyi pernyataan di portal Smartraveller Kementerian Luar Negeri Australia.

Australia juga mengimbau warganya untuk menunda perjalanan ke Iran dalam waktu dekat dan menghindari kerumunan, demonstrasi, atau protes, serta selalu mengikuti arahan otoritas setempat.

Operasional Kedutaan Besar Australia di Teheran telah dihentikan sehingga kemampuan memberikan bantuan konsuler di Iran sangat terbatas, sebut pernyataan tersebut.

Baca juga: Iran kecam intervensi AS di tengah gelombang protes

Baca juga: AS: Caracas harus hentikan kerja sama dengan Rusia, China, Iran, Kuba

 

Warga Australia yang memilih tetap tinggal di Iran meski mendapat imbauan bertanggung jawab penuh atas keselamatan diri mereka sendiri, kata pernyataan itu.

Protes di Iran dimulai akhir Desember seiring pelemahan mata uang nasional, rial, yang memicu keluhan masyarakat atas fluktuasi tajam nilai tukar dan dampaknya terhadap harga grosir maupun eceran.

Iran sedang menghadapi inflasi tinggi, dengan Bank Sentral menyebut tingkat inflasi tahunan mencapai 38,9 persen sehingga menekan daya beli masyarakat.

Kurs dolar AS tidak resmi, yang sekitar 50.000 rial sebelum penarikan AS dari kesepakatan nuklir pada Mei 2018, kini melonjak ke sekitar 1,4 juta rial di pasar terbuka.

Sumber: Sputnik-OANA


Baca juga: Iran krisis air

Baca juga: Iran tuding AS arahkan serangan Israel





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Australia minta warganya segera tinggalkan Iran imbas protes

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026