Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Sleman komitmen mewujudkan ASN profesional

Rabu, 7 Januari 2026 18:17 WIB
Image Print
Bupati Sleman Harda Kiswaya disaksikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penerapan manajemen talenta oleh seluruh kepala daerah di DIY dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh di Gedhong Pracimasana Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (7/1/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokopim Setda Sleman.

Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan komitmennya untuk mewujudkan aparatur sipil negara (ASN) profesional melalui implementasi manajemen talenta aparatur ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Pemkab Sleman terus berupaya dalam menciptakan ASN yang profesional, kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik," kata Harda di Sleman, Rabu.

Sebelumnya Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama sejumlah kepala daerah di wilayah Provinsi DIY menyatakan komitmen dalam penerapan sistem manajemen talenta di jajaran pemerintahan.

Komitmen tersebut diwujudkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penerapan manajemen talenta oleh seluruh kepala daerah di DIY dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh di Gedhong Pracimasana Kompleks Kepatihan Yogyakarta.

Harda mengatakan, implementasi meritokrasi di Pemkab Sleman telah berjalan dan diakui secara nasional melalui penghargaan BKN Awards 2025 dengan kategori terbaik I Nasional terkait manajemen ASN. Keseriusan Pemkab Sleman dalam manajemen ASN akan terus dilakukan terlebih dengan adanya manajemen talenta.

"Implementasi manajemen talenta ASN di Pemkab Sleman tentu menjadi bentuk keseriusan kami dalam menata ASN sehingga, insyaallah ASN akan tertata dengan baik dan tidak ada gejolak apapun berkaitan dengan karir teman-teman ASN," katanya.

Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak atas dukungan terhadap penerapan manajemen talenta dan meritokrasi.

Ia menyoroti pentingnya sistem meritokrasi untuk menempatkan pegawai terbaik dalam mengeksekusi program-program pemerintah.

"BKN memberikan relaksasi kepada daerah untuk mencari kader terbaik dalam mewujudkan visi daerah melalui sistem manajemen talenta dengan meritokrasi," katanya.

Menurut dia, dalam implementasinya, manajemen talenta memungkinkan para kepala daerah untuk mencari kader-kader terbaik dengan kualifikasi berada pada kotak talenta ASN 7 dan 8 atau bahkan 9, untuk dimobilisasi tanpa "open bidding" atau lelang jabatan selama sesuai ketentuan.

"Inilah yang disebut dengan manajemen talenta berbasis mobilitas talenta," katanya.

Melalui implementasi manajemen talenta ini, Zudan berharap Provinsi DIY dapat menjadi contoh nasional dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang menjadi faktor penting, dan infrastruktur sebagai pendukung.

 



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026