Logo Header Antaranews Jogja

Sekda DIY minta ASN tidak sekadar berkutat pada rutinitas

Kamis, 27 November 2025 06:33 WIB
Image Print
Sekretaris Daerah (Sekda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ni Made Dwipanti Indrayanti dalam pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (26/11/2025). ANTARA/HO-Pemda DIY.

Yogyakarta (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ni Made Dwipanti Indrayanti meminta aparatur sipil negara (ASN) di provinsi ini tidak sekadar berkutat pada rutinitas, tetapi berkontribusi langsung terhadap penyelesaian isu-isu strategis daerah.

"Dengan demikian, jabatan fungsional tidak hanya menghasilkan angka penilaian kinerja, tetapi impact nyata yang terukur dan dirasakan masyarakat," kata Ni Made dalam pelantikan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu.

Menurut Ni Made, pelaksanaan tugas ASN dalam jabatan fungsional saat ini terhubung langsung dengan kualitas pembangunan yang dihasilkan.

Karena itu, ia menegaskan bahwa pendekatan birokrasi tidak lagi berorientasi pada prosedur semata, tetapi diarahkan pada kontribusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan agenda pembangunan daerah.

Baca juga: MK diminta menghapus celah polisi menduduki jabatan sipil di UU ASN

Ia juga menyinggung Reformasi Birokrasi Tematik yang dicanangkan Kementerian PANRB yang menekankan percepatan penyelesaian isu-isu strategis nasional meliputi pengentasan kemiskinan, peningkatan investasi, perluasan penggunaan produk dalam negeri, serta pengendalian inflasi.

Selain itu, digitalisasi administrasi pemerintahan pun menjadi prioritas agar layanan publik dapat berjalan lebih efisien, adaptif, dan terintegrasi.

Dia menambahkan bahwa kompetensi ASN tidak cukup tanpa adab dan etika kerja.

Falsafah Jawa "empan papan", kata dia, menjadi panduan bagi ASN untuk menjaga tutur, memahami konteks, dan bersikap tepat sesuai situasi.

Baca juga: Bantul mengevaluasi keanggotaan Koperasi Desa Merah Putih dari unsur ASN

Selain itu, Ni Made mengingatkan bahwa birokrasi hari ini bergerak dalam dunia serba cepat dan digital sehingga pelatihan formal saja tidak cukup untuk mengikuti perubahan.

"Kembangkan literasi digital, tingkatkan kemampuan teknis, ambil sertifikasi profesi, eksplorasi kompetensi baru, dan perluas wawasan sesuai kebutuhan tugas," ujar dia.

Menurut Ni Made, ASN yang mampu mengembangkan diri secara mandiri akan menjadi talenta adaptif yang menjaga organisasi tetap relevan dan cekatan dalam menghadapi tantangan baru.

"Dengan kata lain, kita tidak hanya bekerja di masa depan, tetapi membentuk masa depan itu sendiri," ujar dia.

Baca juga: Presiden Prabowo berikan rehabilitasi dua guru ASN Luwu Utara

Baca juga: Menteri PKP: Rusun ASN Kejati DIY contoh hunian vertikal berkualitas



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026