Logo Header Antaranews Jogja

Akibat kasus anak cacingan di Sukabumi posyandu-PKK diaktifkan lagi

Kamis, 21 Agustus 2025 17:55 WIB
Image Print
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi. ANTARA/HO-KemenPPPA.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi meminta diaktifkannya kembali fungsi pelayanan dasar seperti posyandu, PKK, dan bidan desa agar lebih intens memantau kesehatan anak menyusul meninggalnya balita di Sukabumi Jawa Barat akibat cacingan akut.

"Pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi harus memastikan sinergi kebijakan perlindungan anak berjalan efektif. Masyarakat pun diharapkan ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung layanan kesehatan anak, wujud Kabupaten/Kota Layak Anak harus terlihat mulai dari state terendah, yaitu desa dan kelurahan," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Kamis.

Hal ini dikatakannya menanggapi kasus meninggalnya seorang balita di Sukabumi Jawa Barat akibat infeksi cacingan akut di seluruh tubuhnya.

Dinas Kesehatan juga diminta memperkuat pengawasan dan pencegahan penyakit menular pada anak.

Pihaknya juga menyoroti kondisi keluarga korban yang memiliki keterbatasan sehingga memerlukan dukungan sosial yang lebih intensif.

KemenPPPA akan melakukan koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan aparat desa untuk memastikan penanganan cepat terhadap keluarga korban dan meninjau kembali sistem perlindungan anak di daerah tersebut agar mencegah keberulangan kasus.

"KemenPPPA juga akan menguatkan peran komunitas dan aparat desa melalui edukasi tentang pentingnya pengawasan kesehatan anak dan kebersihan lingkungan, termasuk mendorong program Ruang Bersama Indonesia (RBI) hadir di tingkat kelurahan bahkan desa," kata Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi.

Sebelumnya, seorang balita perempuan berinisial R (4) dibawa ke RSUD di Sukabumi pada 13 Juli 2025, karena menderita cacingan.

Saat dalam penanganan, tiba-tiba keluar cacing dari hidung balita tersebut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa R menderita askariasis, yakni infeksi akibat cacing Ascaris lumbricoides atau cacing gelang.

Ibu dari balita tersebut diduga mengalami masalah mental, sehingga kesulitan memberikan pengasuhan. Sementara ayah R menderita tuberkulosis (TB).

Selain itu, keluarga tidak memiliki Kartu Keluarga dan kepesertaan BPJS Kesehatan, sehingga tidak bisa mengakses layanan kesehatan.

Balita tersebut kemudian meninggal pada 22 Juli 2025.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kasus anak cacingan di Sukabumi, layanan posyandu-PKK diaktifkan lagi



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026