Yogyakarta (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus melaksanakan penyerapan gabah petani secara intensif di bulan Ramadhan ini sebagai bagian dari penugasan pemerintah dalam rangka penguatan cadangan pangan nasional.

"Bulog Yogyakarta bersama seluruh jajaran tetap berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah secara maksimal, termasuk pada periode bulan puasa ini," kata Pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta.Dedi Aprilyadi di Yogyakarta, Senin.

Program penyerapan ini merupakan bagian dari target nasional pengadaan sebesar empat juta ton, dengan target khusus untuk Kanwil Yogyakarta pada 2026 sebesar 195.920 ton setara beras.

Memasuki bulan Ramadhan, aktivitas penyerapan gabah tetap berjalan optimal melalui Tim Jemput Pangan yang secara aktif turun ke lapangan untuk melakukan pembelian langsung dari petani di berbagai wilayah kerja.

"Upaya ini menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan nasional tetap terjaga," katanya.

Berdasarkan data realisasi per 22 Februari 2026, capaian pengadaan gabah dan beras di wilayah kerja Kanwil Yogyakarta telah mencapai 24.111 ton setara beras. Jumlah tersebut melampaui target pengadaan hingga akhir Februari 2026 yang ditetapkan sebesar 14.876 ton setara beras.

"Dengan demikian, capaian serapan telah mencapai sekitar 162 persen dari target yang ditetapkan untuk periode tersebut," katanya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan capaian serapan yang melampaui target periode Februari tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, mitra penggilingan, serta kelompok tani di wilayah DIY dan sekitarnya.

"Sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam mempercepat proses penyerapan di lapangan," katanya.

Ia mengatakan, selain melakukan penyerapan, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta juga terus memberikan kepastian harga kepada petani melalui pembelian Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah.

"Harga tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan bagi petani agar tetap memperoleh keuntungan yang layak saat panen," katanya.

Perum Bulog Kanwil Yogyakarta juga mengimbau kepada seluruh petani maupun gabungan kelompok tani (gapoktan) agar dapat menjual hasil panennya kepada Bulog dengan ketentuan gabah telah memasuki usia panen yang sesuai standar. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petani sekaligus mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah.

"Ke depan, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta akan terus mengoptimalkan kegiatan penyerapan gabah dan beras guna memastikan target tahunan dapat tercapai serta mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional secara berkelanjutan," katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bulog Yogyakarta tetap aktif serap gabah petani di bulan Ramdhan