
Gubernur DIY mengajak pemuka agama jadikan masjid wahana mencerdaskan bangsa

Gunungkidul (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak para pemuka agama dan pendidik di daerah tersebut agar menggunakan masjid dan lembaga pendidikan sebagai wahana mencerdaskan bangsa.
"Bagi takmir masjid, saya berharap, agar dalam setiap khotbah dan pengajaran atau perkuliahan, barang lima menit menyisipkan ajaran cinta tanah air dan bangsa," kata Sultan pada acara Syawalan Gubernur DIY bersama Pemkab Gunungkidul di Gunungkidul, Rabu.
Menurut Sultan, dalam berdakwah, harus dapat berpedoman pada wejangan Sunan Gunung Jati kepada Sunan Kalijaga, bahwa untuk menjadi Islam sejati, harus berguru, mengkaji, dan musyawarah melalui dialog.
"Tabayun (kehati-hatian) menjadi penting sebagai prinsip kehati-hatian dalam kehidupan sehari-hari, apalagi di era teknologi seperti saat ini," katanya.
Sultan mengatakan, saat menerima informasi, harus selalu melakukan check and re-check kebenaran berita berikut sumber beritanya, sebelum mem-viral-kannya atau menyebarluaskan informasi tersebut.
"Karena, jika greget saut yang menyematkan ujaran kebencian terus-menerus direproduksi, saya khawatir, kita akan menjadi bangsa pendek-akal, bangsa gosip, sehingga menjauhkan dari tujuan konstitusi untuk mencerdaskan bangsa," katanya.
Untuk itu, Gubernur DIY juga mengajak semua agar mengasah kepekaan rasa, membersihkan kekotoran dunia, untuk berserah diri ke haribaan-Nya, sambil memilin kembali benang-benang solidaritas untuk menguatkan Islam.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, saat ini, fokus pembangunan Gunungkidul diarahkan pada penguatan ekonomi kerakyatan, optimalisasi sektor pariwisata berbasis masyarakat, serta peningkatan infrastruktur melalui semangat gotong royong.
"Sejalan dengan visi proklamator Bung Karno, Pemkab Gunungkidul berkomitmen untuk terus memperjuangkan perbaikan nasib rakyat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan, sandang, papan, serta pendidikan dan kebudayaan," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Bambang Purwanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
