Logo Header Antaranews Jogja

Sinergi Kemendikdasmen dengan mitra industri meningkatkan mutu lulusan vokasi

Senin, 9 Maret 2026 17:36 WIB
Image Print
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen di Jakarta pada Senin (9/3/2026) menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan mitra industri terkait sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan mutu lulusan pendidikan vokasi PKPLK. ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK) Kemendikdasmen menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan mitra industri terkait sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan mutu lulusan pendidikan vokasi PKPLK.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat di Jakarta, Senin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra industri serta kementerian/lembaga dan perguruan tinggi atas komitmen dan kepercayaan yang diberikan.

“Semoga kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi dan mempercepat terwujudnya sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global,” kata Atip.

Ia menyebutkan terdapat 4 mitra industri yang turut melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama, salah satunya ialah PT Gamecomm Indonesia Network.

Perusahaan pengembangan gim lokal itu, kata Atip, menilik talenta-talenta vokasi yang memiliki keterampilan unggul di bidang industri gim.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Gamecomm Indonesia Network, Sere Kalina mengatakan saat ini ada 5 SMK yang berkolaborasi bersama pihaknya melalui teaching factory.

“Hal ini dikarenakan kami ingin memastikan industri gim di Indonesia bisa berkembang dan bersaing secara global,” ujar Sere.

Sementara itu, PT United Tractor juga terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan vokasi di Indonesia.

Perusahaan tersebut sebelumnya sudah memiliki program pengembangan untuk siswa SMK, namun di tahun ini akan lebih fokus pada sertifikasi lulusan SMK.

“Kami sedang mapping anak-anak SMK kelas 12 untuk sertifikasi. Jadi, saat mereka melamar pekerjaan, mereka punya value lebih yang bisa ditawarkan ke industri,” kata Department Head Social Responsibility and Communication PT United Tractors, Himawan Sutanto.

Ia menyampaikan pola sertifikasi itu membuka peluang lebih besar untuk kebekerjaan luar negeri.

Hal tersebut dikarenakan industri teknik dan alat berat dibutuhkan di banyak negara.

Himawan menilai satuan pendidikan pun harus menangkap potensi kerja sama dari industri.

Dengan kolaborasi kedua belah pihak, hal tersebut akan menyukseskan implementasi perjanjian kerja sama.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sinergi Kemendikdasmen-mitra industri tingkatkan mutu lulusan vokasi



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026