Logo Header Antaranews Jogja

BGN menguatkan standar higiene dan keamanan pangan MBG melalui bimtek

Minggu, 8 Maret 2026 21:50 WIB
Image Print
Jajaran BGN bersama pengelola SPPG dan pihak-pihak terkait berfoto bersama saat pelaksanaan bimbingan teknis "Penjamah Makanan dan Percepatan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)" di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/3/2026). ANTARA/HO-Badan Gizi Nasional

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat standar higiene dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) dengan menyelenggarakan bimbingan teknis "Penjamah Makanan dan Percepatan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)".

"Bimbingan teknis ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kualitas layanan pemenuhan gizi nasional melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan para penjamah makanan," kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu.

Bimbingan teknis tersebut diselenggarakan pada 7-8 Maret 2026 diikuti oleh 500 peserta per harinya.

Para peserta merupakan unsur operasional dari Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG), seperti kepala SPPG, mitra atau yayasan pengelola, pengawas gizi, asisten lapangan, hingga juru masak yang terlibat langsung dalam proses pengolahan makanan.

"Makanan bergizi merupakan hak seluruh anak di Indonesia, sehingga kualitas penyediaan makanan harus menjadi perhatian bersama," ujarnya.

BGN mengemukakan bahwa program MBG yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto kini telah berkembang pesat.

Kondisi tersebut disebabkan karena masifnya keterlibatan dari masyarakat yang makin luas.

Sampai kini sudah ada 25 ribu SPPG atau dapur yang telah berdiri di pelbagai daerah.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Penyaluran dan Penyediaan BGN Suardi Samiran menjelaskan kualitas makanan tidak hanya mengacu pada tahapan pemilihan bahan baku tetapi proses lain yang wajib berjalan sesuai standar keamanan pangan.

"Tetapi juga oleh cara pengolahan, penyimpanan, dan penyajiannya," ucapnya.

Sedangkan, untuk penerbitan SLHS menjadi bagian penting dalam memastikan operasional setiap SPPG memenuhi standar kesehatan.

SLHS adalah bentuk komitmen penyelenggara program dalam menyediakan makanan yang aman dan higienis.

Sementara itu, Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, Nurjaeni mengatakan bimbingan teknis merupakan awal dari pelaksanaan pendampingan berkelanjutan.

"Ini menjadi langkah awal membangun mekanisme pendampingan agar standar higiene dan sanitasi benar-benar diterapkan secara konsisten di dapur SPPG," tuturnya.

Serampungnya bimbingan teknis ini, diharapkan para pengelola SPPG mampu lebih memahami standar keamanan pangan secara menyeluruh.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, tenaga kesehatan, serta pengelola dapur juga ditekankan sebagai sebuah kunci agar makanan yang disajikan kepada masyarakat benar-benar aman, sehat, dan memenuhi standar gizi.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BGN kuatkan standar higiene dan keamanan pangan MBG melalui bimtek



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026