
Ratusan personel gabungan bersihkan Pasar Wates dari sampah

Kulon Progo (ANTARA) - Ratusan personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri serta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta membersihkan Pasar Wates sebagai wajah Kota Wates, dari sampah pada Jumat.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan hadir langsung memantau jalannya kegiatan yang merupakan bagian dari gerakan rutin untuk meningkatkan kualitas lingkungan di titik-titik vital publik tersebut.
"Aksi ini bukan sekadar pembersihan biasa, melainkan implementasi dari kebijakan nasional yang diterapkan di daerah, hari ini kita membersihkan di lingkungan Pasar Wates yang merupakan wajah Kota Wates," kata Agung.
Menurut dia, kegiatan pembersihan ini dilaksanakan dua kali dalam seminggu yaitu setiap Selasa dan Jumat.
"Keberhasilan aksi ini didasari oleh sinergi yang kuat antarberbagai instansi," katanya.
Ia mengatakan, pelibatan TNI dan Polri sangat krusial dalam menggerakkan massa, yang kemudian didukung oleh perangkat daerah terkait sesuai dengan lokasi sasarannya.
"Dari tenaganya banyak dari TNI, Polri, terus ditambah dengan OPD terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta OPD yang kita tuju, misalnya pas di pasar ya berarti Dinas Perdagangan dan Pasar serta paguyuban pasar," katanya.
Agung juga memastikan gerakan ini akan masif dilakukan hingga ke tingkat wilayah. Di setiap kapanewon (kecamatan), aksi serupa digerakkan oleh panewu (camat), Danramil dan Kapolsek setempat untuk menjangkau pasar-pasar daerah dan fasilitas umum lainnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulon Progo Duana Heru mengatakan kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai tata kelola sampah yang benar.
Ia mengingatkan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bukan lagi tempat membuang segala jenis sampah, sampah organik harus selesai di hulu (rumah tangga atau institusi), sedangkan sampah anorganik yang masih bernilai ekonomi harus masuk ke bank sampah fan hanya sampah residu yang benar-benar tidak bisa diolah yang diperbolehkan masuk ke TPA.
"Metode baru sekarang, Menteri LH sudah peringatkan bahwa dari hulu sampah itu harus sudah tertangani. Sehingga sampah yang organik itu tidak boleh dibuang, dia harus dikelola sendiri. Kemudian yang anorganik, bisa dikasihkan di bank sampah untuk diolah kembali," katanya.
Duana juga memberikan peringatan keras terkait bahaya membakar sampah plastik secara sembarangan, karena pembakaran plastik menghasilkan gas beracun yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
"Sampah plastik itu kalau dibakar akan menimbulkan dua gas yang sangat berbahaya furan dan dioksin penyebab kanker, penyebab leukemia dan ISPA. Baik asapnya maupun juga abunya. Makanya kalau insinerator itu harus yang betul-betul sesuai SNI dan lolos uji emisi gas buang agar furan dan dioksinnya hilang," katanya.
Ia berharap dengan adanya kegiatan rutin ini, kesadaran masyarakat Kulon Progo dalam menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, sekaligus menjadikan Kota Wates sebagai kawasan yang nyaman dan sehat bagi warga maupun pendatang.
Pewarta : V001 dan Sutarmi
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
