
SAR Parangtritis mengingatkan wisatawan tak bermain air ke tengah pantai

Bantul (ANTARA) - Tim SAR Pantai Parangtritis Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengingatkan wisatawan atau pengunjung pantai selatan agar tidak bermain air terlalu ke tengah supaya terhindar dari bahaya kecelakaan laut.
Sekretaris SAR Parangtritis, Rodhiva Wahyu Widho Santosa di Bantul, Selasa, mengatakan pada momen padusan atau tradisi membersihkan diri menjelang bulan puasa masyarakat berbondong-bondong berkunjung ke pantai untuk bermain air, bahkan mandi.
"Imbauan bagi wisatawan dalam rangka padusan di awal puasa 2026, harapannya wisatawan mengindahkan imbauan yang kami berikan, salah satunya tidak bermain air terlalu ke tengah," katanya.
Menurut dia, aktivitas bermain air laut hingga terlalu ke tengah pantai sangat berbahaya bagi wisatawan itu sendiri, karena dapat terseret arus dan mengakibatkan kecelakaan laut.
"Kemudian, wisatawan agar tidak bermain air di wilayah berbahaya atau rip current, dan juga selalu memperhatikan rambu-rambu bahaya yang sudah dipasang oleh petugas kami," katanya.
Dalam menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan ke pantai Parangtritis Bantul saat tradisi padusan, SAR Parangtritis mengoptimalkan kekuatan personel yang berjumlah 100 orang untuk siaga hingga kawasan Pantai Depok.
"Petugas akan selalu memberikan imbauan bagi pengunjung pantai, baik melalui media sosial maupun pengeras suara di setiap titik pantai, apalagi di wilayah pantai Parangtritis sampai Depok terdapat 15 sampai 20 rip current atau arus pecah," katanya.
Pihaknya tidak dapat memprediksi jumlah lonjakan pengunjung pantai Parangtritis pada momen padusan, hanya saja berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, sepanjang pantai selatan dipadati wisatawan lokal dan luar.
"Saat momen padusan, yang datang ke pantai dari warga sekitar, yang sengaja bermain air dan juga wisatawan. Jadi, diperkirakan meningkat, karena akan menjadi satu dari wisatawan lokal warga sekitar dan wisatawan dari luar daerah," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Bambang Purwanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
