
Umat bersihkan patung dan altar jelang Imlek 2577

Yogyakarta (ANTARA) - Pengurus dan umat Klenteng Poncowinatan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar tradisi pembersihan patung dewa dan altar, Rabu. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577.
Aksi bersih-bersih ini rutin dilaksanakan setahun sekali, tepatnya sepekan sebelum pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa. Sejumlah umat dan kerabat tampak bahu-membahu membersihkan seluruh bagian tempat ibadah tersebut.
Salah satu pengurus klenteng, Margo (50), menjelaskan berdasarkan kepercayaan yang dianut, pembersihan dilakukan saat para dewa diyakini sedang "naik ke atas" untuk melaporkan amal perbuatan manusia selama setahun terakhir.
"Momentum ini dimanfaatkan untuk membersihkan patung karena diyakini sedang tidak ditempati oleh para dewa," ujar Margo di Yogyakarta, Rabu.
Selain aspek spiritual, pembersihan ini juga bertujuan menjaga kebersihan fisik klenteng. Selama setahun, patung dan altar terpapar debu serta sisa pembakaran dupa dari aktivitas ibadah harian.
Proses pencucian dilakukan secara manual menggunakan lap dan kuas untuk menjangkau bagian-bagian detail. Air yang digunakan pun khusus, yakni campuran air dengan bunga mawar dan bunga kanthil.
Warga lainnya, Rully (54), menambahkan bahwa setelah dicuci, patung dikeringkan dengan handuk yang benar-benar baru.
"Handuk yang telah digunakan tidak diperkenankan untuk dipakai kembali. Ini adalah bentuk penghormatan sekaligus menjaga kesucian rupang tersebut," tegas Rully.
Pihak pengurus berharap tradisi ini terus lestari sebagai warisan budaya dan praktik keagamaan yang turun-temurun, sekaligus mempererat kebersamaan antarumat di Yogyakarta.
Pewarta : Aufa Ulya Fithrin
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
