Logo Header Antaranews Jogja

Cegah rabies dengan konsep one health one welfare

Senin, 29 September 2025 21:51 WIB
Image Print
drh. Marry Ferdinandez, M.SI (DVM, M.Sc, Cert. FFCP-VI) menyampaikan materi seminar FurEver Welfare x World Rabies Day dengan tema "Dogs and Cats Deserve Better: The Critical Role of Animal Welfare in Population Management and Zoonosis Prevention" di Auditorium Persatuan Fakultas Filsafat UGM, Minggu (28/9/2025). ANTARA/Indra Kurniawan

 

Hewan dapat dikatakan sejahtera jika berada dalam kondisi yang sehat, nyaman, tercukupi nutrisinya, aman, serta dapat mengekspresikan perilaku alaminya tanpa menderita rasa sakit atau stres yang berlebihan. 

Merry Fernandes juga menambahkan, dalam dunia kedokteran hewan, kini fokus lebih pada "Lima Domain" kesejahteraan hewan, yang mencakup nutrisi, lingkungan, kesehatan, perilaku, dan kondisi kejiwaan. Pendekatan ini lebih spesifik daripada "Lima Kebebasan" yang sebelumnya lebih berfokus pada aspek negatif kesejahteraan hewan.

Salah satu tantangan besar di Indonesia adalah pengelolaan populasi anjing liar yang tidak terkontrol. Pendekatan pemusnahan massal terbukti tidak efektif dan hanya menambah penderitaan bagi hewan-hewan tersebut. 

Solusi yang lebih manusiawi dan efektif adalah program Capture, Neuter, Vaccinate, and Return (CNVR), di mana anjing liar ditangkap, disterilisasikan, divaksinasi, dan kemudian dilepas kembali ke alam. 

Baca juga: DP3 Sleman meningkatkan kewaspadaan penyebaran rabies

Edukasi kepada masyarakat sangat penting untuk mengubah persepsi tentang anjing liar dan kucing liar. Dengan pendekatan yang tepat, populasi anjing dapat dikendalikan tanpa kekerasan, dan potensi risiko kesehatan masyarakat dapat diminimalkan.

Penelitian menunjukkan bahwa individu yang terbiasa melakukan kekerasan terhadap hewan berisiko lebih tinggi melakukan kekerasan terhadap manusia, termasuk dalam bentuk bullying atau tindak kriminal. 

Fenomena yang disebut The Link ini menunjukkan adanya hubungan erat antara kekerasan terhadap hewan dan kekerasan interpersonal. Salah satu kasus di Jakarta pada tahun 2023 menjadi bukti nyata. 

Seorang remaja yang melakukan mutilasi terhadap seorang anak berusia lima tahun ternyata memiliki riwayat kekerasan terhadap hewan. Kasus ini memperlihatkan betapa pentingnya menangani kekerasan terhadap hewan sebagai indikator awal potensi kekerasan yang lebih besar terhadap manusia.

Jika seseorang digigit hewan yang terinfeksi virus rabies, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membasuh luka dengan air mengalir selama 15 menit menggunakan sabun. 

Selanjutnya, segera pergi ke puskesmas atau rumah sakit yang menyediakan vaksin rabies. Pastikan juga untuk mengecek apakah hewan yang menggigit menunjukkan gejala rabies. Jika gejalanya sudah tampak pada hewan, peluang untuk bertahan hidup setelah lebih dari tujuh hari sangat kecil.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta menyiapkan 3.000 dosis vaksin cegah penularan rabies

 



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026